Jakarta (ANTARA) - Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Pengurus Wilayah Jakarta Raya menyiapkan regenerasi kepemimpinan alumni yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas melalui gelaran Youth Leadership Camp (YLC) ke-8 di Pusdiklat PLN Cibogo, Bogor.
Ketua IKA ITS PW Jakarta Raya Kusdi Widodo mengatakan YLC merupakan investasi strategis organisasi untuk mencetak kader-kader pemimpin alumni yang tidak hanya berhasil dalam karier profesional, tetapi juga memiliki kepedulian membangun organisasi, memperkuat jejaring alumni, serta memberikan kontribusi bagi almamater, bangsa, dan masyarakat.
"Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya sukses dalam karier profesionalnya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk membangun organisasi, memperkuat jejaring alumni, serta memberikan kontribusi nyata bagi almamater, bangsa, dan masyarakat," kata Kusdi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan keberhasilan program tersebut tidak diukur dari berakhirnya pelatihan, melainkan dari dampak positif yang dihasilkan para peserta setelah kembali ke lingkungan kerja dan organisasi masing-masing.
YLC 8 mengusung tema "Trusted Follower, Influential Leader" dan menjadi puncak proses kaderisasi kepemimpinan yang berlangsung hampir lima bulan.
Program tersebut dirancang secara bertahap, mulai dari pembentukan karakter sebagai value creator, pengembangan pola pikir eksekutif, penugasan profesional, hingga membangun karakter trusted follower sebagai fondasi kepemimpinan.
Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Agus Muhamad Hatta mengatakan alumni merupakan aset strategis perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan masyarakat.
"Alumni bukan sekadar representasi keberhasilan ITS, tetapi mitra strategis dalam mempercepat inovasi, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi Indonesia," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Organisasi dan Kerja Sama IKA ITS PW Jakarta Raya Muhsin Budiono Nurhadi mengatakan organisasi membutuhkan lebih banyak trusted follower, yakni individu yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi secara sehat, serta memberikan dukungan konstruktif kepada pemimpin.
"Leadership dan followership bukan dua hal yang saling bertentangan. Kepemimpinan yang kuat justru lahir dari kemampuan menjadi pengikut yang mampu dipercaya, mampu memberi pengaruh positif, dan mampu membangun keberhasilan tim secara bersama-sama," kata Muhsin yang juga menjabat Assistant Manager Quality Control PT Pertamina Lubricants.
Direktur Utama PT Indoturbine Deni Budi Kurnianto, sekaligus Ketua Harian III IKA ITS PW Jakarta Raya menambahkan, transformasi industri yang didorong digitalisasi, kecerdasan buatan, dan otomatisasi menuntut lahirnya pemimpin yang adaptif, inovatif, serta mampu membangun kolaborasi lintas disiplin.
Koordinator Steering Committee YLC 8, Iwan Setiawan mengatakan keberagaman peserta yang berasal dari kementerian, BUMN, perusahaan swasta, konsultan, hingga wirausaha menjadi kekuatan utama program tersebut karena memperkaya perspektif kepemimpinan lintas profesi.
Pada penutupan kegiatan, Sekretaris Dewan Pakar IKA ITS PW Jakarta Raya Dzulfikar Arifuddin mengajak peserta menjadikan jejaring yang terbentuk selama YLC sebagai fondasi kolaborasi berkelanjutan antarlulusan ITS.
IKA ITS PW Jakarta Raya juga memberikan penghargaan peserta terbaik YLC 8 Session 3 kepada M Abd Rozzaq Khaidhor dan Nur Hafidzah Oktavia atas dedikasi, kepemimpinan, semangat kolaborasi, dan partisipasi selama mengikuti rangkaian program.
"Jadikan seluruh rangkaian YLC-8 sebagai proses saling mengenal, saling memahami, saling percaya, dan saling terhubung. Momentum ini harus menjadi milestone awal lahirnya sinergi dan kolaborasi lintas profesi yang mampu memberikan manfaat yang lebih luas," tutup Sekretaris Dewan Pakar IKA ITS PW Jakarta Raya yang juga Steering Committee YLC-8, Dzulfikar Arifuddin.
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.