Peran pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan menjaga mobilitas masyarakat, menguatkan akses kesehatan, pendidikan, serta peningkatan ekonomi

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan Public Service Obligation atau PSO dalam ekosistem layanan KAI Group telah melayani 232.746.598 pelanggan sepanjang Semester I 2026.

Jumlah tersebut mencakup KA Jarak Jauh PSO, KA Lokal PSO, layanan perkotaan yang dikelola KAI Commuter, LRT Jabodebek, serta sebagian layanan KAI Bandara di Yogyakarta dan Medan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, capaian tersebut memperlihatkan besarnya arti layanan transportasi publik yang terjangkau bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, kereta api hadir sebagai pilihan perjalanan yang membantu banyak keluarga tetap terhubung dengan pekerjaan, sekolah, layanan kesehatan, pasar, dan kampung halaman.

“Di balik 232,75 juta pelanggan ini, ada begitu banyak cerita. Ada pekerja yang berangkat pagi demi keluarganya, pelajar yang menempuh perjalanan untuk belajar, orang tua yang pergi berobat, pedagang kecil yang membawa dagangan, serta keluarga yang pulang untuk saling menguatkan,” ujar Anne.

Sepanjang Semester I 2026, layanan KA PSO yang dikelola langsung KAI melayani 9.528.355 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari 5.945.921 pelanggan KA Jarak Jauh PSO dan 3.582.434 pelanggan KA Lokal PSO.

Dalam ekosistem KAI Group, layanan perkotaan yang dikelola KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan, LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan, serta layanan KAI Bandara di Yogyakarta dan Medan melayani 3.048.132 pelanggan. Layanan KA Bandara bersubsidi tersebut mencakup KA Bandara YIA reguler, KA Srilelawangsa Medan–Kualanamu, dan KA Srilelawangsa Medan–Kuala Bingai.

Anne menjelaskan, layanan PSO dan subsidi memiliki manfaat yang terasa langsung oleh masyarakat. Tarif yang lebih terjangkau membantu keluarga mengatur pengeluaran harian. Uang yang bisa dihemat dari biaya perjalanan dapat kembali digunakan untuk kebutuhan dapur, pendidikan anak, biaya berobat, atau modal usaha kecil.

“Bagi banyak pelanggan, kereta PSO adalah bagian dari perjuangan harian. Tiket yang terjangkau membuat mereka bisa tetap bekerja, tetap sekolah, tetap berobat, dan tetap pulang. Dari perjalanan yang terlihat sederhana, ada harapan keluarga yang terus dijaga,” kata Anne.

KAI menilai layanan PSO dan subsidi juga berperan dalam menguatkan ekonomi masyarakat. Mobilitas yang terjangkau membantu pekerja tetap produktif, memudahkan pelajar dan mahasiswa menjangkau pendidikan, mendekatkan masyarakat dengan fasilitas kesehatan, serta menjaga aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Pada layanan perkotaan, Commuter Line dan LRT Jabodebek menjadi bagian dari rutinitas jutaan masyarakat setiap hari. Layanan ini mendukung perjalanan menuju kantor, sekolah, kampus, pusat layanan publik, rumah sakit, pasar, dan berbagai pusat kegiatan ekonomi.

Sementara itu, KA Jarak Jauh PSO dan KA Lokal PSO menjaga konektivitas masyarakat antarkota dan antardaerah. Layanan ini memberi ruang bagi masyarakat untuk bepergian dengan biaya yang lebih terjangkau, termasuk bagi keluarga, pelajar, pekerja, pedagang, serta masyarakat yang membutuhkan perjalanan rutin.

“Peran pemerintah sangat berarti dalam menjaga akses transportasi publik. KAI menjalankan amanah ini dengan memastikan layanan tetap selamat, nyaman, tepat waktu, bersih, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Anne.

Anne menambahkan, setiap pelanggan kereta api membawa cerita yang berbeda. Ada yang menempuh perjalanan demi pekerjaan, ada yang menuju sekolah, ada yang pergi berobat, ada yang membawa hasil usaha, dan ada yang pulang untuk bertemu keluarga.

“Setiap pelanggan memiliki cerita dalam perjalanannya. Ada harapan yang dibawa, keluarga yang dituju, dan kebutuhan hidup yang ingin dijaga. Melalui PSO dari pemerintah melalui DJKA Kementerian Perhubungan, KAI hadir menjalankan layanan agar perjalanan masyarakat tetap selamat, nyaman, dan terjangkau,” tutup Anne.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.