Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Haji (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan kepada jajarannya bahwa penyelenggaraan ibadah haji harus berorientasi pada pelayanan kepada jamaah, bukan menjadikan jamaah sebagai komoditas ekonomi.
“Kita ingin hentikan perilaku jelek yang menjadikan jamaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi. Mereka harus menjadi subjek, menjadi pelaku transformasi peradaban dan keadaban,” ujar Dahnil menutup Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin.
Dahnil mengatakan seluruh jajaran Kementerian Haji dari pusat hingga daerah mengemban tiga amanah yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Menhaj: Ekosistem perhajian harus tumbuh dalam visi yang sama
Pertama, amanah dari Allah SWT, yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Kedua, amanah dari jamaah haji dan seluruh rakyat Indonesia. Ketiga, amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin baik.
“Tiga amanah yang diserahkan kepada kita harus diselesaikan dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Wamenhaj mengingatkan pentingnya mewujudkan tiga target keberhasilan atau trisukses penyelenggaraan haji. Keberhasilan pertama adalah sukses ritual, yakni memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air dengan aman, nyaman, dan khusyuk.
Menurutnya, pelayanan teknis, seperti akomodasi, transportasi serta dukungan selama pelaksanaan ibadah harus mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi jamaah.
Kedua, sukses ekosistem ekonomi haji. Dahnil mengatakan Presiden Prabowo menitipkan amanah agar penyelenggaraan haji juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Dana yang setiap tahun berputar dalam penyelenggaraan haji dan umrah diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi haji tidak boleh dimaknai dengan menjadikan jamaah sebagai objek atau komoditas ekonomi.
“Kita ingin menghentikan perilaku yang menjadikan jamaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi. Tugas kita adalah memfasilitasi mereka untuk menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Baca juga: Kemenhaj gandeng IPB susun cetak biru ekosistem ekonomi haji
Baca juga: Danantara dan Rua Al Madinah perkuat ekosistem layanan haji/umrah
Adapun target ketiga adalah sukses keadaban dan peradaban.
Menurut Wamenhaj, Presiden Prabowo berpesan agar haji tidak berhenti sebagai kegiatan ritual maupun sekadar penggerak ekosistem ekonomi, tetapi menjadi instrumen transformasi bangsa.
“Jamaah yang berangkat menunaikan ibadah haji harus kembali dengan membawa semangat kebangsaan yang lebih kuat, semangat transformasi bangsa yang lebih tinggi, serta memperkuat nasionalisme,” katanya.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.