Banda Aceh (ANTARA) - Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh menurunkan 2.124 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke daerah terdampak bencana di Aceh guna memperkuat kapasitas warga dalam menghadapi bencana.

“KKN yang mengusung tema 'Penguatan Capacity Development Kebencanaan melalui KKN di Wilayah Pasca Bencana' merupakan bentuk komitmen USK dalam memperkuat ketangguhan masyarakat melalui pengabdian mahasiswa di daerah terdampak bencana,” kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK Banda Aceh Taufiq C Dawood di Banda Aceh, Senin.

Ia menjelaskan KKN yang dilaksanakan di daerah terdampak bencana tersebut, juga bagian dari upaya mendorong mahasiswa berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi bencana sekaligus mendukung proses pemulihan wilayah pasca-bencana.

Selain KKN Reguler, USK melaksanakan KKN Tematik Literasi yang bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia guna mendukung peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat.

"Kami berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat, baik dalam penguatan literasi maupun peningkatan kapasitas kebencanaan," katanya.

Baca juga: Revitalisasi sekolah bantu murid dan guru bangkit pascabencana Aceh

Sebanyak 2.124 mahasiswa tersebut ditempatkan di empat kabupaten, yakni Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.300 mahasiswa mengikuti KKN Reguler yang dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, sedangkan sisanya ditempatkan di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana.

Taufiq juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga integritas, nama baik universitas, serta melaksanakan seluruh program kerja secara bertanggung jawab.

Rektor USK Banda Aceh Mirza Tabrani mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya wadah mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat serta membangun kolaborasi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

"KKN adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Di kampus mahasiswa belajar teori, sedangkan di tengah masyarakat mereka belajar memahami realitas, tantangan, sekaligus mengasah kepedulian dan kemampuan berkolaborasi," katanya.

Baca juga: Alumni UGM serahkan 26 unit huntara untuk korban bencana Aceh Tamiang

Baca juga: BNPB minta tambah biaya bangun rumah penyintas banjir Sumatera

Pewarta: M Ifdhal
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.