Kepercayaan yang diberikan oleh Rusia kepada Indonesia tidak boleh kita sia-siakan
Ekaterinburg, Rusia (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama industri, perdagangan, investasi, hingga pengembangan teknologi dengan Rusia dan kawasan Eurasia.
Partisipasi sekitar 50 perusahaan industri nasional dalam pameran tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar global.
Menurut Menperin di Ekaterinburg, Rusia, Senin, penunjukan Indonesia sebagai Official Partner Country merupakan bentuk kepercayaan yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat kepentingan nasional.
"Kepercayaan yang diberikan oleh Rusia kepada Indonesia tidak boleh kita sia-siakan. Tidak boleh kita sia-siakan, manfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan Merah Putih, untuk kepentingan Indonesia," ujar Agus.
Menperin mengatakan, pemerintah menargetkan INNOPROM 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk nasional, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai kerja sama baru di sektor industri.
Produk-produk Indonesia, seperti makanan dan minuman, furnitur, serta berbagai produk manufaktur lainnya dinilai memiliki potensi besar untuk memasuki pasar Rusia dan negara-negara Eurasia.
Di sisi lain, Indonesia juga melihat peluang untuk memperkuat kolaborasi dengan Rusia yang memiliki kemampuan maju di bidang industri galangan kapal, material, dan teknologi manufaktur.
Agus menegaskan, kerja sama yang dibangun melalui INNOPROM diharapkan mencakup perdagangan, investasi, alih teknologi, hingga pertukaran tenaga kerja agar kedua negara memperoleh manfaat yang seimbang.
"Jadi itu yang menjadi harapan kami dan tentu semua kerja sama antara siapapun yang selalu saya sampaikan, perlu juga adanya kesepakatan di mana kedua belah pihak harus mendapatkan manfaat. Ini harus win-win antara Indonesia dengan Rusia," katanya.
Lebih lanjut, Menperin menilai penyelenggaraan INNOPROM 2026 bertepatan dengan momentum penting setelah ditandatanganinya perjanjian kerja sama ekonomi antara Indonesia dan kawasan Eurasia.
Kesepakatan tersebut diyakini menjadi game changer dalam mempercepat akses produk Indonesia ke pasar Eurasia yang memiliki jumlah penduduk hampir 200 juta jiwa dengan tingkat daya beli yang relatif tinggi.
Oleh karena itu, pemerintah ingin memanfaatkan INNOPROM sebagai pintu masuk untuk meningkatkan penetrasi produk nasional ke kawasan tersebut, khususnya produk yang memiliki peluang besar dan belum banyak diproduksi di negara-negara Eurasia.

Dalam kesempatan itu, Menperin Agus juga mengungkapkan bahwa Paviliun Indonesia mendapat apresiasi dari Perdana Menteri Rusia.
Menurutnya, pemerintah Rusia memberikan kesan positif terhadap kualitas paviliun maupun perusahaan-perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Selain mengikuti pameran, Kementerian Perindustrian juga memanfaatkan INNOPROM untuk melakukan pertemuan bilateral dengan para menteri yang membidangi sektor industri dari negara-negara Eurasia.
Menperin meyakini kolaborasi yang terjalin tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat melalui program pertukaran tenaga kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sehingga hubungan Indonesia dengan Rusia maupun negara-negara Eurasia semakin kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose Tavares mengatakan status Indonesia sebagai Official Partner Country menjadi kesempatan penting untuk mempromosikan potensi industri nasional sekaligus membuka peluang kemitraan bisnis dengan Rusia dan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.
Menurut Jose, proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (EAEU) akan semakin membuka peluang peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua belah pihak.
"Ini opportunity bagi kita untuk meningkatkan perdagangan maupun investasi antara Indonesia dengan Eurasian Economic Union," ujarnya.
Jose menjelaskan terdapat banyak sektor strategis yang berpotensi dikembangkan bersama, mulai dari industri pupuk untuk mendukung ketahanan pangan, kerja sama minyak dan gas, pengembangan energi baru dan terbarukan, hingga teknologi energi nuklir sebagai salah satu opsi jangka panjang dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan vokasi, dan pertukaran tenaga kerja.
Menurut Jose, wilayah Ural, termasuk Ekaterinburg sebagai lokasi penyelenggaraan INNOPROM, merupakan salah satu daerah yang memiliki keunggulan pada sektor metalurgi, manufaktur, dan industri pendukung lainnya.
Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan Indonesia untuk membangun kemitraan industri dan menarik investasi melalui skema joint venture antara pelaku usaha kedua negara.
Baca juga: Prabowo: Belarus mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia
Baca juga: Kemenperin yakin INNOPROM momen strategis perluas pasar ke Eurasia
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.