Ketika perempuan semakin berdaya untuk belajar, bekerja, dan berkarya, sesungguhnya Indonesia sedang memperkuat fondasi menuju bangsa yang lebih tangguh,

Jakarta (ANTARA) - Di tengah berbagai tantangan pembangunan, ada satu perkembangan yang sering luput dari perhatian publik. Padahal, Indonesia sesungguhnya sedang mencatat kemajuan penting dalam kualitas pembangunan manusianya, khususnya terkait peningkatan kesempatan bagi perempuan.

Akses perempuan untuk hidup lebih sehat, menempuh pendidikan yang lebih tinggi, serta berpartisipasi dalam dunia kerja terus meluas dari waktu ke waktu.

Perubahan ini mungkin tidak selalu terlihat dalam keseharian, karena sifatnya yang bertahap dan struktural. Namun, jika ditelusuri melalui data Badan Pusat Statistik (BPS), arah perbaikannya menjadi cukup jelas; indikator-indikator seperti pendidikan, kesehatan, dan partisipasi angkatan kerja perempuan menunjukkan tren yang semakin membaik.

Berita Resmi Statistik BPS menunjukkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tahun 2025 turun menjadi 0,402, membaik 0,019 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, dalam lima tahun terakhir nilainya terus menurun dari 0,472 pada 2020.

Angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia menandakan bahwa jarak kesempatan antara perempuan dan laki-laki dalam kesehatan, pendidikan, dan pasar kerja semakin menyempit.

Lebih dari itu, ia mengirimkan pesan bahwa Indonesia sedang memperkuat salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Bagi sebagian orang, angka IKG mungkin hanya dipandang sebagai statistik. Padahal, indikator ini mencerminkan perubahan yang nyata dalam kehidupan masyarakat.

Semakin banyak perempuan melahirkan di fasilitas kesehatan, semakin sedikit perempuan yang menikah dan melahirkan pada usia terlalu muda, semakin banyak perempuan menyelesaikan pendidikan menengah, serta semakin besar pula kesempatan mereka memasuki pasar kerja. Semua perkembangan tersebut merupakan fondasi penting bagi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kesetaraan gender

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.