Kami minta supaya gugurnya tiga anggota kepolisian ini diusut tuntas siapa pun pelakunya

Jakarta (ANTARA) - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Choirul Anam meminta Polri untuk mengusut tuntas kasus narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Polres Katingan.

“Peristiwa ini harus menjadi satu spirit baru yang semakin mengencangkan pemberantasan narkoba dan tidak boleh berhenti di pelaku lapangan, tapi harus naik sampai ke gembongnya, sampai bos narkobanya, rantai jaringan distribusi dan lain sebagainya,” ucapnya dalam keterangan video yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia juga meminta kepolisian untuk mengusut penyebab meninggalnya tiga personel Polres Katingan dalam penanganan kasus narkoba tersebut.

Baca juga: Kompolnas duga anggota Polres Katingan meninggal karena dibunuh

“Kami minta supaya gugurnya tiga anggota kepolisian ini diusut tuntas siapa pun pelakunya. Ini bagi kami tidak hanya soal hilangnya nyawa, tapi juga soal perlawanan narkoba terhadap penegakan hukumnya,” ucapnya.

Diketahui, tiga anggota Polres Katingan gugur dalam operasi pemberantasan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Ketiganya mendapat kenaikan pangkat luar biasa anumerta, yakni Ipda (Anumerta) Sumariyanto, Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra, dan Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana.

Peristiwa bermula pada Rabu (1/7) setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di desa tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang terduga pelaku berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.

Tim Satresnarkoba kemudian bergerak ke lokasi dan tiba pada Kamis dini hari untuk melakukan penangkapan. Saat proses penindakan berlangsung, petugas mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam.

Baca juga: Kemenko Polkam dukung pengusutan penyerangan polisi di Katingan

Meskipun telah melepaskan tembakan peringatan, serangan terus berlanjut sehingga petugas melakukan tindakan terukur untuk melindungi keselamatan personel.

Situasi semakin tidak kondusif ketika keluarga terduga pelaku dan sejumlah warga diduga ikut menyerang petugas menggunakan senjata tajam, senjata api rakitan, serta berbagai benda berbahaya.

Tim Satresnarkoba kemudian berupaya menyelamatkan diri sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah.

Dalam proses evakuasi, sembilan personel berhasil diselamatkan, sedangkan tiga anggota Polri gugur saat menjalankan tugas.

Baca juga: Bareskrim akan "back up" kasus narkoba di Kalteng usai personel gugur

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.