Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat budaya pilah sampah melalui Bank Sampah Pintar (BSP) Kemilau bersama PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada PT ANTAM Tbk UBPP Logam Mulia atas sinergi yang terjalin dengan Pemerintah Kota Jakarta Timur. Kehadiran Bank Sampah Pintar Kemilau beserta bantuan tempat sampah pilah menjadi langkah konkret dalam memperkuat budaya memilah sampah di masyarakat," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa.
Menurut dia, bank sampah itu merupakan salah satu upaya memperluas kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan warga dalam menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, sekaligus mendukung target pengurangan sampah di Jakarta.
Peresmian bank sampah tersebut disertai dengan penyerahan secara simbolis 140 tempat sampah pilah organik dan anorganik kepada seluruh kelurahan di Kecamatan Pulo Gadung.
"Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dan berkontribusi terhadap pencapaian target pengurangan sampah di Jakarta," ujar Munjirin.
Dia pun menilai bantuan dari ANTAM tersebut juga mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang menitikberatkan penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya melalui peningkatan partisipasi masyarakat.
Baca juga: Fasilitas pengumpul sampah di Balai Kota diaktifkan kembali
Sementara itu, General Manager PT ANTAM Tbk UBPP Logam Mulia Ismail mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui peresmian Bank Sampah Pintar Kemilau dan penyaluran sarana pemilahan sampah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUt) ke-58 PT ANTAM Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Melalui peresmian Bank Sampah Pintar Kemilau dan penyaluran tempat sampah pilah ini, ANTAM ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat agar membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya," tutur Ismail.
Dia menuturkan sebanyak 140 tempat sampah pilah organik berkapasitas 120 liter yang disalurkan ANTAM itu telah dilengkapi barcode sehingga proses pencatatan dapat dilakukan secara digital melalui sistem Bank Sampah Pintar.
"Kami percaya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan sampah di Jakarta," ungkap Ismail.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan nama Kemilau dipilih karena hasil pengelolaan sampah nantinya diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi yang dikaitkan dengan tabungan emas atau logam mulia.
Ke depan, Pemerintah Kota Jakarta Timur dan ANTAM berharap Bank Sampah Pintar Kemilau dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca juga: Pemkab Kepulauan Seribu kelola sampah organik lewat inovasi kandang bebek
Baca juga: Pemkot Jakpus jadikan kantor lurah dan camat contoh pengelolaan sampah
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.