Jakarta (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan kiat untuk melindungi anak dari dampak paparan polusi udara selama libur sekolah.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI dr. Cynthia Centauri, Sp.A., Subsp.Respi.(K) menyarankan orang tua untuk mengecek Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebelum mengajak anak beraktivitas di luar ruangan.

"Lalu gunakan masker kalau diperlukan, terutama anak yang tiga tahun ke atas sudah bisa dipakaikan masker," katanya dalam seminar bertajuk "Dampak Polusi Udara pada Anak" yang diikuti secara daring pada Selasa.

"Hindari jalanan yang berpolusi. Kalau berkendara di area polusi tinggi, tutup jendela mobil," ia menambahkan.

Cynthia menyarankan para orang tua agar tidak membawa anak ke rumah atau bangunan yang sedang direnovasi.

Menurut dia, debu semen, debu silika, dan senyawa organik volatil (Volatile Organic Compounds/VOC) yang berasal dari cat, lem, dan pernis dapat memicu batuk dan iritasi saluran napas serta memperberat gejala asma pada anak.

Ia menambahkan, VOC masih dapat dilepaskan dari material bangunan meski baunya sudah tidak tercium.

Baca juga: Paparan polusi udara bisa mempengaruhi fungsi paru-paru anak

Cynthia menganjurkan para orang tua untuk menghindarkan anak dari paparan asap rokok maupun rokok elektronik, yang sama-sama menghasilkan zat yang dapat menyebabkan masalah pernapasan.

Dia juga mengingatkan bahwa kegiatan membakar sampah di lingkungan permukiman bisa meningkatkan polusi udara.

Asap dari pembakaran sampah mengandung PM2.5, karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan logam berat yang dapat memengaruhi kesehatan anak.

Selain itu, Cynthia menyarankan penggunaan alat pembersih udara dan penanaman tumbuhan hijau yang bisa membantu mengurangi polutan guna menekan dampak paparan polusi udara terhadap kesehatan anak.

"Polusi udara bisa dikurangi kalau kita semua sadar bahwa ada lingkungan dan masa depan yang harus kita jaga bersama," katanya.

Baca juga: IDAI: Polusi udara sebabkan jutaan kematian dini di dunia

Baca juga: Paparan polusi udara semasa anak bisa pengaruhi kesehatan saat dewasa

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.