Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat memperkuat upaya deteksi dini terhadap pohon rawan tumbang melalui inspeksi rutin dan pemeriksaan kesehatan pohon.

Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Pusat Mila Ananda mengatakan deteksi dini dilakukan secara berkala oleh petugas di lapangan sebelum menentukan tindakan yang akan diambil terhadap pohon yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.

"Untuk deteksi dini pohon rawan tumbang, kami melalui Seksi Jalur Hijau, Seksi Taman dan para Kepala Satuan Pelaksana Kecamatan dan TPU melakukan pengamatan pohon-pohon rawan tumbang di wilayah kerja masing-masing," kata Mila kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan hasil pengamatan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan fisik menggunakan alat arbosonic yang mampu memprediksi tingkat keropos batang pohon.

"Hasil cek kesehatan pohon tersebut kemudian menjadi dasar penanganan kami apakah harus dipangkas dengan kategori ringan, sedang, berat atau bahkan jika dipastikan membahayakan akan dilakukan penebangan," ujarnya.

Berdasarkan rekapitulasi Sudin Tamhut Jakarta Pusat hingga pekan kedua Juli 2026, tercatat 122 kejadian pohon sempal dan tumbang di wilayah tersebut.

Jumlah tersebut terdiri atas 59 kejadian pohon sempal dan 63 kejadian pohon tumbang. Kasus terbanyak terjadi pada Januari 2026 dengan total 45 kejadian, terdiri atas 17 pohon sempal dan 28 pohon tumbang.

Selanjutnya, Februari tercatat 11 kejadian, Maret 12 kejadian, April 25 kejadian, Mei 13 kejadian, Juni 15 kejadian, serta satu kejadian pohon sempal hingga pekan kedua Juli.

Mila mengatakan tidak seluruh pohon yang diperiksa harus ditebang karena tindakan penanganan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pohon.

Menurut dia, pemangkasan maupun penebangan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis sehingga setiap tindakan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus keberlanjutan ruang hijau di Jakarta Pusat.

Selain menerima laporan masyarakat melalui surat, portal Cepat Respon Masyarakat (CRM), maupun permohonan resmi melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Sudin Tamhut juga aktif melakukan pengawasan terhadap pohon-pohon yang dinilai berisiko.

"Deteksi dini yang dilakukan secara berkala dapat meminimalkan kejadian pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem, sekaligus memastikan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi faktual setiap pohon," katanya.

Baca juga: Sudin Tamhut Jakpus tangani 5.674 pohon hingga pekan kedua Juli

Baca juga: Pagar besi dicuri, Sudin Tamhut Jaktim perbaiki taman Kampung Melayu

Baca juga: Sudin Tamhut Jakbar tanam ratusan pohon selama semester I 2026

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.