Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi gempa bumi dangkal berasal dari daratan yang mengguncang Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa malam.

Berdasarkan data yang diekspose laman resmi BMKG di Jakarta, Selasa, getaran gempa bumi tersebut dilaporkan terdeteksi pada pukul 21.01 WIB, dengan parameter sementara bermagnitudo 2,1.

BMKG merilis pusat gempa bumi tersebut berada di kedalaman 11 kilometer di bawah permukaan yang masuk dalam kategori dangkal.

Secara koordinat geografis, episenter gempa bumi tersebut terletak pada posisi 6,79 Lintang Selatan (LS) dan 106,59 Bujur Timur (BT).

Lokasi pusat getaran secara spesifik berada di kawasan berjarak sekitar 27 kilometer arah barat daya Kota Bogor.

Namun, BMKG menegaskan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 21.26 WIB, belum ada laporan resmi dari pihak berwenang mengenai dampak kerusakan bangunan maupun dampak lainnya akibat guncangan gempa tersebut.

Baca juga: BMKG ungkap pemicu gempa beruntun di Gunung Salak

Baca juga: BMKG: Gempa Sukabumi-Bogor dipicu sesar aktif dangkal

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.