Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku bersama Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon memperkuat sinergi meningkatkan daya saing perikanan unggulan lokal menyusul adanya peningkatan ekspor perikanan Maluku dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Selasa, mengatakan kolaborasi antarlembaga diperlukan untuk memastikan produk perikanan asal Maluku memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, dan mutu, sehingga mampu memperluas akses pasar nasional maupun internasional.

"Sinergi antara BKHIT Maluku dan BPPMHKP Ambon sangat penting untuk mendukung kelancaran pelayanan kepada pelaku usaha sekaligus meningkatkan daya saing komoditas perikanan unggulan Maluku," katanya.

Ia menjelaskan BKHIT merupakan unit pelaksana Badan Karantina Indonesia yang bertugas melaksanakan tindakan karantina terhadap hewan, ikan, dan tumbuhan, termasuk pengawasan lalu lintas media pembawa hama dan penyakit, pemeriksaan kesehatan komoditas, sertifikasi karantina, serta memastikan komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan negara tujuan.

Baca juga: BKHIT Maluku kawal percepatan ekspor perdana tuna beku ke Thailand

Sementara itu, BPPMHKP merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang mempunyai tugas melaksanakan pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan, mulai dari penerapan sistem jaminan mutu, pengujian keamanan pangan, sertifikasi mutu, hingga pengawasan pemenuhan standar produk perikanan.

Menurut Willy, peran kedua lembaga saling melengkapi dalam membangun sistem penjaminan mutu produk perikanan dari hulu hingga hilir sehingga memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk asal Maluku.

Ia mengatakan penguatan kolaborasi tersebut didukung oleh kinerja ekspor perikanan Maluku yang terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data BKHIT Maluku, volume ekspor komoditas perikanan nonhidup pada 2025 mencapai 10.234,06 ton, meningkat 27,21 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 8.045,32 ton.

Selain kenaikan volume, nilai ekspor juga meningkat dari 44,79 juta dolar Amerika Serikat pada 2024 menjadi 54,30 juta dolar AS pada 2025.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.