Mexico City (ANTARA) - Bagi mereka yang menyaksikan sepak bola di Meksiko untuk pertama kalinya, nyanyian yang bergema mungkin terdengar tak terduga.
Pertandingan masih berlangsung sengit di lapangan, tekel-tekel terus terjadi, dan ketegangan meningkat, tetapi dari tribun penonton terdengar lantunan yang familiar: "Ay, ay, ay, ay, canta y no llores" -- yang berarti "bernyanyilah, dan jangan menangis."
Lantunan tersebut merupakan lagu "Cielito Lindo", salah satu lagu rakyat paling dicintai di Meksiko dan, seiring waktu, menjadi salah satu lagu tema sepak bola yang paling dikenal di negara itu.Lagu itu tidak hanya dinyanyikan di stadion, tetapi juga di festival, pernikahan, pertemuan keluarga, bandara, dan alun-alun umum, hampir di setiap tempat ketika orang-orang ingin merasakan kebersamaan.
Masyarakat Meksiko tidak begitu banyak mempelajari lagu ini, melainkan tumbuh bersamanya, mendengarnya pertama kali dari orang tua dan kakek-nenek mereka sebelum kemudian menyanyikannya secara alami dengan suara mereka sendiri.
Judulnya sulit untuk diterjemahkan secara tepat ke dalam bahasa Inggris.
Secara harfiah, "Cielito Lindo" berarti "langit kecil yang indah," tetapi frasa tersebut juga menyampaikan kehangatan dan kelembutan, sesuatu yang lebih mendekati makna "orang terkasih" atau "kekasih." Namun, bagian refrain "bernyanyilah, dan jangan menangis" menjadikan lagu tersebut sebagai simbol kebersamaan bagi beberapa generasi penggemar sepak bola.
Baris lagu itu banyak menceritakan tentang cara hidup masyarakat Meksiko dalam sepak bola. Bernyanyi saat tim menang. Bernyanyi saat tim kalah. Bernyanyi saat harapan membuncah, dan bernyanyi lebih keras lagi ketika harapan mulai memudar.
Sepak bola menghadirkan kecemasan, patah hati, kegembiraan, dan air mata, tetapi di Meksiko, emosi-emosi tersebut kerap dituangkan dalam sebuah refrain lagu.
Di Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey, lawan berubah dan pertandingan menceritakan kisah yang berbeda. Tetapi di mana pun pendukung Meksiko berkumpul, "Cielito Lindo" dapat terdengar dari satu sudut tribun dan, dalam sekejap, dinyanyikan bersama oleh semua penonton.
Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, setelah Meksiko mengejutkan juara bertahan Jerman di laga pembuka, para pendukungnya menyanyikan "Cielito Lindo". Gambar-gambar perayaan itu menyebar ke seluruh dunia, menghubungkan melodi tersebut dalam benak banyak penggemar asing dengan sepak bola Meksiko.
Kini, ketika Meksiko kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia, negara itu kembali memperdengarkan lagu tersebut kepada dunia.
Bagi Daniel, seorang penggemar keturunan Meksiko-Amerika yang melakukan perjalanan dari Los Angeles ke Mexico City untuk menyaksikan turnamen tersebut, lagu itu memiliki makna yang bersifat pribadi maupun warisan. Dia tumbuh di Los Angeles, tempat musik Meksiko menjadi bagian dari suara kampung halamannya.
"Saya selalu tahu lagu ini milik Meksiko," ujarnya. "Tetapi ketika semua orang menyanyikannya bersama, untuk pertama kalinya saya merasa bahwa saya juga termasuk di dalamnya. Rasanya seperti pulang ke keluarga yang lebih besar."
Martin, seorang penggemar dari Argentina, juga dapat mengikuti bagian refrain lagu tersebut. Dia mengatakan melodi itu familiar di banyak negara, meskipun stadion Argentina lebih sering bergema dengan nyanyian "Ole, ole, ole, ole."
"Tetapi, ketika Anda datang ke Meksiko dan mendengar seluruh stadion menyanyikan lagu ini, Anda akan mengerti bahwa lagu ini memang pantas berada di sini," ujarnya.
Orang-orang sering mengatakan sepak bola menyatukan dunia.
Di tempat-tempat penyelenggaraan Piala Dunia di Meksiko, gagasan itu terkadang terdengar dalam sebuah lagu: sebagian orang tahu setiap kata, sebagian hanya bersenandung, dan sebagian lagi tidak mengerti liriknya tetapi tetap bertepuk tangan.
Selanjutnya, bagian refrain kembali bergema dan, untuk sesaat, para penonton terasa menjadi sedikit lebih dekat satu sama lain.
Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.