Jakata (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mengatakan penggunaan angkutan barang berbasis kereta api mampu mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya dan membantu menekan potensi kendaraan kelebihan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Di samping itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menuturkan penggunaan kereta api juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan sistem logistik nasional yang lebih hijau dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan pembangunan transportasi rendah karbon.

"Semakin banyak distribusi barang beralih ke kereta api, semakin besar pula kontribusi terhadap terciptanya transportasi yang berkelanjutan,” kata Franoto dalam keterangan resmi, Rabu.

Dia mengatakan KAI Daop 1 Jakarta masih membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku usaha, industri, maupun penyedia jasa logistik yang membutuhkan layanan angkutan barang berbasis kereta api.

"Kami siap mendukung kebutuhan distribusi barang dengan layanan yang aman, efisien, kompetitif, dan ramah lingkungan,” ujar Franoto.

Baca juga: Pengemudi di Priok diajak tak bawa truk ODOL

Menurut dia, layanan angkutan barang mencatatkan kinerja positif selama semester I tahun 2026. Total volume angkutan barang mencapai 1.722.826 ton, atau meningkat 21,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 1.413.244 ton.

Dia menyebutkan pertumbuhan itu menunjukkan peningkatan kepercayaan pelanggan terhadap layanan angkutan barang berbasis kereta api yang efisien, tepat waktu, dan berkelanjutan.

“Kereta api menjadi solusi logistik yang mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara aman, tepat waktu, dan lebih efisien," tutur Franoto.

Sementara itu, sambung dia, komoditas petikemas masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi lebih dari 94 persen dari total volume angkutan barang.

Untuk mendukung kelancaran operasional angkutan barang, KAI Daop 1 Jakarta didukung oleh sarana yang memadai, yang terdiri dari 633 gerbong barang, 51 kereta bagasi barang, serta armada lokomotif yang andal.

“Ke depan, kami terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat konektivitas logistik, serta menghadirkan layanan yang semakin andal dan kompetitif,” ungkap Franoto.

Baca juga: Polres Jaksel imbau sopir dan pangkalan cegah pelanggaran truk ODOL

Baca juga: DKI diminta ambil langkah berani dan bijak tertibkan truk ODOL

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.