Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat sinergi tata kelola zakat daerah bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dan komitmen kuat dari Bapak Bupati yang terus bersinergi dalam memperkuat kelembagaan Baznas Kabupaten Kuningan agar menjadi lebih profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Saidah menekankan pentingnya penguatan kelembagaan di tingkat daerah agar pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dapat berjalan lebih optimal serta akuntabel.

Ia berharap langkah pembinaan dan pendampingan yang tepat dapat meningkatkan efektivitas penyaluran program-program Baznas RI yang berbasis pemberdayaan ekonomi produktif di Kuningan.

"Melalui koordinasi yang intensif ini, kami ingin memastikan seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar mampu mengubah mustahik menjadi muzaki baru," ujarnya.

Sementara, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar juga menyampaikan apresiasi atas berbagai program ekonomi produktif dari Baznas RI yang dinilai sangat efektif dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mustahik di wilayahnya.

Salah satunya seperti program bantuan dalam mengembangkan usaha batik ciprat milik kelompok penyandang disabilitas mental di Yayasan Antara Graha Berdaya, Desa Tambakbaya, Kabupaten Kuningan.

"Penyaluran program ekonomi dan usaha produktif yang dilakukan Baznas adalah bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus membangun kemandirian ekonominya," tutur Dian Rachmat.

Baca juga: Baznas gandeng Wamen PKP perkuat kolaborasi untuk sejahterakan rakyat

Baca juga: Baznas RI-MUI beri penghargaan untuk penegak hukum sahabat dhuafa

Baca juga: Pengumpulan aset wakaf nasional tembus Rp33 triliun

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.