Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mendorong percepatan pengelolaan sampah melalui mekanisme "waste-to-energy" (WTE) guna mencegah terulangnya kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) seperti yang terjadi di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang.
Sultan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, mengatakan pengelolaan sampah harus diarahkan tidak hanya untuk mengurangi timbunan, tetapi juga menghasilkan energi yang bermanfaat.
Waste-to-Energy (WTE) adalah proses mengubah sampah menjadi energi yang bermanfaat, seperti listrik, panas, atau bahan bakar. Metode ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan sumber daya terbarukan untuk mendukung kebutuhan energi.
“Pengelolaan sampah harusnya memang bukan hanya diolah, tapi justru bagaimana sampah-sampah yang selama ini mungkin tidak efektif, tidak terurus, bahkan bisa berdampak buruk, itu justru diubah menjadi energi,” katanya.
Baca juga: TPA terbakar, Pemkab Tangerang siapkan lahan atasi pembuangan sampah
Ia mendukung rencana pemerintah memulai proyek percontohan WTE pada tahun ini.
“Saya beberapa kali juga sudah diskusi dengan Danantara terkait dengan 'waste-to-energy'. Harusnya tahun ini sudah dimulai, ya, kalau tidak salah lima 'piloting project' besar 'waste-to-energy',” ujarnya.
Selain itu, Sultan mengatakan DPD RI tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta mengoptimalkan fungsi pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami tentu mengambil peran sebagai parlemen atau DPD, sesuai dengan tugas, yaitu melakukan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa itu tidak berdampak makin luas,” katanya.
Baca juga: BNPB: 50 persen kebakaran lahan TPA Jatiwaringin berhasil dipadamkan
Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, terjadi sejak Selasa (30/6). Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran selama 14 hari sejak 1 Juli 2026.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 102 warga mengungsi akibat kepulan asap untuk menghindari dampak paparan asap dari material sampah yang terbakar.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan proses pemadaman telah mencapai sekitar 50 persen dari total area terdampak seluas 18 hektare hingga Selasa (7/7).
“Ini kemarin, saya laporkan 45 persen. Dan saat ini sudah hampir 50 persen lahan kebakaran kita kendalikan karena kita sudah menyasar ke arah barat TPA Jatiwaringin,” kata Djohan.
Baca juga: Ratusan petugas gabungan masih berupaya padamkan TPA Jatiwaringin
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.