Banda Aceh (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) memproduksi sebanyak empat juta bibit Kopi Arabica Gayo 3 di Takengon yang dipersiapkan untuk mendukung pemulihan sektor perkebunan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan pihak pelaksana yang telah mendukung pengembangan kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah,” kata Bupati Aceh Tengah Haili Yoga di Takengon, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan Bupati Aceh Tengah di sela kunjungan ke lokasi penangkaran pembibitan kopi Arabika Gayo 3 di SMK Negeri 2 Aceh Tengah, Kampung Kala Nareh, Kecamatan Pegasing.
Ia menjelaskan, kunjungan yang turut dihadiri Tim Kementerian Pertanian serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Aceh dalam rangka melihat langsung progres pekerjaan produksi benih Kopi Arabika dalam lanjutan pascasemai.
Baca juga: Peneliti USK: Banjir dan longsor tekan produksi kopi Gayo
“Alhamdulillah, hasil pekerjaan menunjukkan pertumbuhan vegetatif bibit yang sangat baik. Bibit Arabika Gayo 3 telah memenuhi kondisi yang siap untuk ditanam di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah bibit yang diproduksi mencapai empat juta batang tersebut saat ini menunggu proses sertifikasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Aceh sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa proses penyaluran dilakukan tepat sasaran kepada petani yang telah terdata dan tergabung dalam kelompok tani penerima manfaat sesuai ketentuan program.
“Hal tersebut penting untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan rehabilitasi kebun kopi,” katanya.
Baca juga: Warga Agusen optimistis pemulihan lahan pertanian segera terealisasi
Menurut dia, kebutuhan bibit kopi di Dataran Tinggi Gayo sangat tinggi setiap tahunnya. Program tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Aceh Tengah sebagai salah satu sentra penghasil kopi Arabika terbaik di dunia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Aceh Tengah, Sabrin, menjelaskan bahwa proses penyaluran bibit direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 setelah sertifikasi benih selesai diterbitkan oleh BPSB Provinsi Aceh.
"Bibit akan disalurkan kepada petani yang terdampak bencana sesuai usulan yang telah diverifikasi melalui kelompok tani, sehingga penyaluran tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan program,” kata Sabrin.
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.