Ankara (ANTARA) - Jepang, NATO, dan tiga mitra Indo-Pasifik lainnya, Selasa (7/7), sepakat memperkuat kerja sama di bidang industri pertahanan dan keamanan siber, menegaskan kembali bahwa keamanan Eropa tidak dapat dipisahkan dari keamanan Indo-Pasifik selama pembicaraan di Ankara.
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, serta pejabat senior dan pemimpin dari empat mitra Indo-Pasifik lainnya yakni Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, Menteri Industri Pertahanan Australia Pat Conroy, dan Menteri Pertahanan Selandia Baru Chris Penk menghadiri pertemuan tersebut, yang diadakan di sela-sela KTT NATO yang berlangsung selama dua hari, dimulai pada Selasa (7/7).
Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, Rutte dan perwakilan dari negara-negara Indo-Pasifik melakukan pertukaran pandangan yang jujur tentang situasi internasional, termasuk agresi Rusia terhadap Ukraina, tantangan terkait China, isu-isu di Indo-Pasifik, seperti menanggapi Korea Utara, serta situasi di Iran.
Kementerian tersebut mengatakan Motegi menekankan bahwa keamanan di kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik tidak dapat dipisahkan, sebagaimana dibuktikan oleh kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara dalam perang Moskow melawan Ukraina.
Dia mengatakan hubungan yang kuat antara NATO dan mitra Indo-Pasifik akan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas global dan menyatakan niatnya untuk memperdalam kerja sama dengan NATO dan memperkuat hubungan strategis.
Rutte mengucapkan terima kasih kepada keempat negara tersebut atas dukungan mereka untuk Ukraina, menurut kementerian tersebut.
Pada Senin (6/7), Rutte mengatakan dalam konferensi pers bahwa dia telah bertukar pesan dengan Koizumi setelah militer China melakukan uji tembak rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam.
Rutte menyebutnya sebagai "bukti bahwa kita tidak boleh naif tentang China," dan menekankan perlunya kerja sama yang lebih erat antara NATO dan mitra Indo-Pasifik.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Keterbatasan industri hambat anggota NATO serap anggaran pertahanan
Baca juga: NATO luncurkan tiga proyek pertahanan multinasional baru
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.