Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan, pihaknya dapat menindaklanjuti permintaan Kementerian Kesehatan untuk riset dan inovasi 11 reagen vaksin melalui skema grant call atau pendanaan riset strategis.

Stella mengatakan di Jakarta, Rabu bahwa terdapat perubahan skema pendanaan riset, sehingga kini ada alokasi untuk riset yang strategis, seperti pengembangan dan inovasi vaksin guna mempercepat hilirisasi di Indonesia serta memperkuat Program Imunisasi Nasional.

"Artinya kita mempunyai yang kita bilang proposal call, jadi memanggil. Kalau sudah ditentukan oleh Pak Menteri, kita bisa menentukan kita akan sisihkan dana hanya untuk tadi mungkin sebelas itu. Lalu proposal yang masuk hanya untuk penelitian di sebelas itu," katanya.

Menurutnya, dengan penetapan seperti itu, persaingan untuk mendapatkan dana riset akan semakin sehat, dan hasil yang didapatkan juga semakin baik.

"Itu yang akan kita lakukan, segera menindaklanjuti yang diminta Pak Menteri," kata Stella.

Dia menyebutkan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dana riset bertambah menjadi dua kali lipat. Hal itu menunjukkan komitmennya memajukan bangsa melalui sains dan teknologi.

Baca juga: Kemenkes-Kemenimipas percepat skrining Tb bagi 274 ribu warga binaan

Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia rutin memakai 15 antigen, dan dari 15 antigen tersebut diproduksi sebanyak 13 vaksin yang dipakai untuk Program Imunisasi Nasional.

"Antigen itu kayak apa? Bibit vaksinnya, bibit virusnya. Nah, dari 15 itu kita produksi 13 vaksin. Karena ada satu vaksin maksudnya kayak pentavalen, itu yang digabung-gabung antigennya ya. Beberapa antigen jadi satu vaksin," katanya.

Dia menyebutkan bahwa dari 15 antigen itu, baru empat yang dapat diproduksi dari hulu. Sisanya sebanyak 11 masih dibuat secara dirangkai (assembly).

"Masih dipasang-pasang di tempel-tempel. Belum bener-bener full manufacturing," katanya.

Oleh karena itu, dia pun meminta bantuan Kemendiktiristek, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membantu percepatan inovasi tersebut.

Baca juga: Kemenkes akan koordinasi perkuat vaksinasi rabies hewan penular

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.