Halal kini adalah simbol kebersihan, simbol makanan berkualitas, simbol produk elite
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyerukan agar masyarakat Muslim sedunia menyepakati suatu standar tunggal untuk produk halal di tingkat global, dengan Indonesia siap menjadi inisiator gerakan tersebut.
“Halal harus bersatu, terhubung, dan kuat, karena halal adalah kebersamaan. Karena itu, halal harus memiliki standar tunggal sebagaimana standar ISO,” kata Haikal dalam sambutannya pada pembukaan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan bahwa standar produk halal yang tunggal mencerminkan persatuan kekuatan umat Muslim sedunia, mengingat dasar kehalalan sesuatu sudah ditetapkan kitab suci Al Quran.
Tetapi, dengan berkembangnya ekonomi negara-negara Muslim di masa kini, status halal tak lagi berfungsi dalam konteks agama semata, tetapi juga memiliki fungsi ekonomi yang menandakan kualitas produk.
Menurut Haikal, status halal telah menjadi simbol peradaban modern dan kemakmuran hidup, serta menandakan suatu produk dibuat dengan memerhatikan transparansi, ketertelusuran, dan keandalan kualitas.
“Halal kini adalah simbol kebersihan, simbol makanan berkualitas, simbol produk elite,” ucap Kepala BPJPH, menambahkan.
Lebih lanjut, Haikal menekankan bahwa standar tunggal produk halal menjadi kunci penting dalam usaha menjadikan negara-negara mayoritas Muslim sebagai penggerak industri halal terbesar sedunia.
Pasalnya, saat ini penghasil produk halal terbesar sedunia masih didominasi China, Brasil, dan Amerika Serikat, kata dia.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Haikal memastikan masing-masing negara D-8 telah memiliki kesepakatan saling pengakuan (mutual recognition agreement) sertifikasi halal antara satu negara anggota dengan yang lain.
Di samping meningkatkan kolaborasi sertifikasi halal di kalangan D-8, Indonesia juga akan mengundang 70 negara lainnya untuk suatu pertemuan dalam rangka membahas standar tunggal produk halal di tingkat global, kata dia.
Ia mengandaikan standar halal global tersebut akan dirancang sekomprehensif standar ISO, yang memiliki sub-standar tersendiri untuk bidang lingkungan dan tata kelola, serta memiliki logo tunggal yang berlaku di seluruh dunia.
Adapun pertemuan besar tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada September mendatang, ucap Haikal menambahkan.
Baca juga: Negara D-8 perkuat kolaborasi wujudkan pusat ekonomi halal dunia
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.