Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda memastikan kesiapan infrastruktur gedung Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Palaran dalam menyambut para siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

"Kami berkomitmen agar fasilitas pendidikan ini siap digunakan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai," kata Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri di Samarinda, Rabu.

Gedung permanen tersebut berlokasi di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, yang didirikan di lahan seluas tujuh hektare dengan luas bangunan mencapai 27.498,18 meter persegi.

Pembangunan institusi terpadu ini diproyeksikan menjadi Sekolah Rakyat percontohan bagi wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

"Manajemen proyek harus mempercepat penyelesaian pekerjaan konstruksi sipil yang krusial karena waktu pelaksanaan tersisa enam hari lagi," tegas Saefuddin.

Baca juga: Gus Ipul minta Kepala Sekolah Rakyat junjung empati dan integritas

Evaluasi pihaknya di lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak untuk merapikan bangunan yang masih dilakukan pemantapan serta menyambungkan bagian gedung yang belum terkoneksi.

Adapun penjangkauan anak-anak dari keluarga tidak mampu menjadi strategi pemerintah daerah dalam memberikan kepastian akses pengajaran yang layak serta bermutu tinggi.

"Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta Satgas Percepatan Pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat," ucap Saefuddin.

Daya tampung untuk murid baru pada Sekolah Rakyat tersebut telah dialokasikan secara proporsional dengan kuota peserta didik sebanyak 210 orang.

Seluruh pelajar yang lolos proses penyaringan dari kelompok desil kesejahteraan terbawah nantinya ditempatkan di fasilitas permanen Palaran.

Baca juga: Pemkab Sumedang pastikan Sekolah Rakyat siap digunakan pada September

"Kami mengharapkan dukungan dan sinergi yang solid antara Kemensos, PU, Pemerintah Kota Samarinda, serta instansi terkait untuk menyukseskan program ini," ujar Saefuddin.

Alokasi daya tampung siswa baru Sekolah Rakyat di Palaran Samarinda untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) ditetapkan 60 kursi yang mencakup 55 anak asal Samarinda dan lima murid dari kabupaten sekitar.

Penyerapan kursi untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat terpusat secara mutlak bagi 60 siswa usia belajar di ibu kota provinsi tersebut.

Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), kapasitas terbesar disediakan untuk 90 pelajar yang mengakomodasi 80 remaja lokal Samarinda dan 10 siswa wilayah tetangga.

"Kerja sama erat dari seluruh pihak menentukan keberhasilan masa depan anak-anak kita agar mereka memperoleh hak dasar pengajaran," tutur Saefuddin.

Baca juga: Pemprov pastikan pembangunan Sekolah Rakyat Singkawang selesai Agustus

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.