Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat berbagai program pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkontribusi lebih besar terhadap ekspor nasional sekaligus menjadi eksportir yang berdaya saing di pasar global.

Kepada ANTARA di Jakarta, Rabu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan UMKM merupakan salah satu fokus utama pemerintah dalam pengembangan ekspor nasional.

Karena itu, Kemendag menjalankan berbagai program yang mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, penyediaan informasi pasar, fasilitasi akses pasar, hingga promosi di pasar internasional.

"UMKM merupakan salah satu fokus utama dalam pengembangan ekspor nasional," ujar Puntodewi.

Puntodewi menyampaikan pada tahap awal Kemendag memberikan pendampingan melalui Export Coaching Program (ECP), pelatihan, workshop, dan klinik ekspor.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai prosedur ekspor, persyaratan di negara tujuan, strategi pemasaran internasional, hingga penyusunan dokumen ekspor.

Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, Kemendag juga menyediakan informasi pasar dan intelijen bisnis yang meliputi kajian pasar, tren produk, peluang ekspor, serta regulasi dan persyaratan teknis di negara tujuan.

Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pelaku UMKM dalam menyusun strategi ekspor yang lebih tepat sasaran.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.