Jakarta (ANTARA) - Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dinilai menjadi solusi terintegrasi mengatasi krisis sampah di Bali dengan mengolah residu menjadi energi, memperbaiki tata kelola, mengurangi emisi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
"Pembangunan PSEL menjadi sinyal positif bahwa pemerintah masih memiliki komitmen untuk membenahi sistem persampahan di Bali," kata Peneliti Persampahan & Perubahan Iklim dari Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Timbunan sampah di Bali yang mencapai sekitar 3.500 ton per hari menjadi tantangan serius yang tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan tempat pemrosesan akhir (TPA).
Selain mengancam kebersihan lingkungan dan sektor pariwisata, penumpukan sampah juga meningkatkan risiko pencemaran air, emisi gas rumah kaca, hingga kebakaran akibat akumulasi gas metana.
Baca juga: Danantara maksimalkan tenaga kerja lokal untuk proyek Waste-to-Energy
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah mulai membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Ida Bagus menilai persoalan sampah di Bali saat ini sudah berada pada tahap yang membutuhkan langkah pembenahan secara menyeluruh, bukan hanya penambahan infrastruktur.
"Masalah sampah di Bali sudah sangat urgent, mengingat tingginya persentase sampah tidak terkelola yang melebihi 50 persen," ujarnya.
"Dengan mangkraknya berbagai fasilitas persampahan, mulai dari TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) hingga TPA, tentu meningkatkan kebocoran sampah ke lingkungan. Hal ini berdampak nyata, salah satunya terakumulasi dalam kejadian banjir besar di Bali pada 2025 lalu," tambah Ida Bagus.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.