Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog menambah gudang beras di Merauke, Papua Selatan, guna menjaga surplus produksi dan memperkuat cadangan pangan di daerah tersebut.
"Insya Allah dibangun tahun ini. Gudangnya kita siapkan. Itu nanti kalau petani di sini produksi, langsung dibeli, dibeli menguntungkan, tidak boleh di bawah Rp6.500. Itu perintah Bapak Presiden," kata Amran dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Pemerintah mempercepat pembangunan pertanian di wilayah Papua, terutama untuk menjadikan sebagai lumbung pangan.
Menurut Amran, pemberdayaan petani lokal di Merauke, Papua Selatan, membuktikan keseriusan pemerintah meningkatkan produksi beras, yang pada 2025 telah melampaui kebutuhan konsumsi rumah tangga selama setahun menurut Bapanas.
Baca juga: Dirut Bulog pastikan kualitas beras di Papua aman-terjaga buat warga
Angka produksi beras setahun Papua Selatan sepanjang 2025 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) di 207 ribu ton, sementara kebutuhan konsumsi rumah tangga (tidak termasuk non rumah tangga) selama setahun diperkirakan 34,06 ribu ton.
Menurutnya, surplus produksi beras terhadap konsumsi tersebut dapat memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog dan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD).
Adapun indeks harga yang diterima petani tanaman pangan di Papua Selatan dalam data BPS konsisten terus bergerak secara positif sejak tahun 2024 sampai 2026. Pada Januari 2024, indeks tersebut masih berada di 111,42 kemudian naik menjadi 113,83 pada Desember 2024.
Progres indeks harga yang diterima petani tanaman pangan di Papua Selatan kembali naik dengan mencatatkan 114,72 pada Desember 2025. Terbaru pada Juni 2026 kembali naik menjadi 115,33. Artinya sejak Januari 2024 sampai Juni 2026 telah mengalami kenaikan sebanyak 3,91 poin indeks.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.