Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti besarnya potensi kerja sama Indonesia dan Kanada di sektor infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.
"Kami melihat Kanada sebagai mitra yang serius, memiliki kapasitas, serta dapat diandalkan. Kami berharap kerja sama di bidang infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan akan menjadi salah satu pilar utama hubungan Indonesia-Kanada pada masa mendatang," kata AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Pemerintah Indonesia terus mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan daya saing daerah, memperluas pemerataan pembangunan, serta memperkuat ketahanan nasional.
AHY menilai hubungan Indonesia dan Kanada saat ini telah berkembang melampaui hubungan baik antarpemerintah. Kemitraan kedua negara semakin berorientasi pada kerja sama yang konkret, berbasis kepercayaan, dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Baca juga: Menekraf perkuat akses pasar produk ekonomi kreatif di Kanada
"Saya melihat Kanada sebagai sahabat terpercaya Indonesia sekaligus mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik. Hubungan yang dibangun dengan penuh kesabaran, rasa saling menghormati, dan orientasi jangka panjang menjadi fondasi penting bagi kemitraan kedua negara," ujar Menko AHY.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima kunjungan kehormatan sekaligus perpisahan (farewell courtesy call) Duta Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste, H.E. Jess Dutton,
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan komitmen kedua negara dalam memperkuat kemitraan strategis, khususnya di bidang infrastruktur, investasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah percepatan implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang diharapkan semakin memperluas peluang perdagangan, investasi, dan kolaborasi ekonomi kedua negara.
Baca juga: Program LPEI hasilkan kontrak ekspor UKM Rp3,4 miliar ke Kanada
"Implementasi CEPA akan menjadi fase yang sangat penting. Kesepakatan antarnegara akan memberikan manfaat optimal apabila diikuti oleh kolaborasi nyata antara dunia usaha, investor, lembaga, dan masyarakat," kata AHY.
Selain itu, keduanya juga bertukar pandangan mengenai potensi kerja sama di bidang water management sebagai salah satu sektor strategis yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
AHY menyambut baik ketertarikan Kanada untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia, termasuk melalui kerja sama antara Export Development Canada (EDC) dan Indonesia Investment Authority (INA).
Kolaborasi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan investasi di berbagai sektor strategis, seperti infrastruktur, energi bersih, energi terbarukan, dan sektor-sektor yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.