Karawang, Jawa Barat (ANTARA) - Kepala Distrik Tegalgede Pertamina Gas (Pertagas) Fari Akhdiar Rachmad menyampaikan pasokan gas yang akan dialirkan melalui Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) dapat mengatasi kendala pasokan gas bumi di Jawa Barat.
“Intinya, kalau Cisem ini sudah nyambung, jadi semua terintegrasi. Tinggal nanti gas yang berlebih dari Jawa Timur bisa dialirkan ke Jawa Barat,” ucap Fari ketika ditemui di Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede, Cikarang Selatan, Jawa Barat, Rabu.
Dengan demikian, tutur Fari melanjutkan, pasokan gas yang dialirkan melalui sambungan Cisem II dapat memenuhi kebutuhan industri di Jawa Barat.
“Pada akhirnya, kebutuhan yang sempat shortage (mengalami kelangkaan), demand-nya bisa dicukupi dengan hal itu,” ujar Fari.
Baca juga: PGN targetkan sembilan titik instalasi gas bumi di DIY pada tahun ini
Dalam kesempatan tersebut, Corporate Secretary Pertamina Gas Sulthani Adil Mangatur menyampaikan Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede memiliki empat kompresor gas, dengan kapasitas masing-masing kompresor dalam mengalirkan gas berada di kisaran 70–75 MMSCFD.
Dengan demikian, secara keseluruhan, Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede memiliki kapasitas mengalirkan gas di kisaran 280–300 MMSCFD. Sementara itu, kapasitas pipa transmisi Stasiun Kompresor Gas (SKG) ke konsumen dalam menyalurkan gas berada di kisaran 350 MMSCFD.
“Jadi, kami masih bisa untuk 90 persen dari kapasitas pipa itu,” ucap Sulthani.
Harga gas industri untuk wilayah Jawa Barat, Banten, Bekasi, serta Jakarta mengalami kenaikan akibat menurunnya lifting gas di kawasan tersebut, yang berpengaruh kepada penyaluran gas pipa.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.