Kupang (ANTARA) - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki mencatat tujuh kali letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, selama periode pengamatan Rabu pukul 12.00-18.00 WITA atau enam jam dengan status Level III atau Siaga.

Petugas PGA Lewotobi Laki-Laki Fransiskus Xaverius Masan dalam laporannya, Rabu, mengatakan tujuh letusan tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan ketinggian antara 200 hingga 800 meter di atas puncak.

"Selama periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA teramati tujuh kali letusan dengan tinggi kolom erupsi berkisar 200 sampai 800 meter di atas puncak," katanya.

Ia menjelaskan secara visual gunung tampak jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis dan tekanan lemah teramati mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 200 meter di atas puncak.

Selain itu, endapan lava masih terpantau mengarah ke barat-barat laut sejauh sekitar 3,8 kilometer dari pusat erupsi, sedangkan aliran lava ke arah timur laut mencapai sekitar 4,34 kilometer.

Dari hasil pemantauan kegempaan, selama enam jam pengamatan tercatat tujuh gempa letusan dengan amplitudo 7,4 hingga 44,4 milimeter dan durasi 37 hingga 154 detik.

Baca juga: PVMBG imbau warga gunakan masker saat hujan abu Gunung Lewotobi

Selain gempa letusan, petugas juga merekam 10 gempa hembusan, 12 gempa tremor non-harmonik, 11 gempa frekuensi rendah, serta dua gempa tektonik jauh.

Fransiskus mengatakan hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada Level III (Siaga) sehingga masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG.

Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Selain itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

PVMBG juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi dampak abu terhadap sistem pernapasan.

Baca juga: PPG Lewotobi: Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki tinggi

Fransiskus menambahkan, pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, maupun PVMBG Badan Geologi untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.