Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) meningkatkan pelayanan Kereta Rel Listrik (KRL) jalur Rangkasbitung dari yang sebelumnya hanya dioperasikan 8-10 gerbong menjadi 12 gerbong dengan memperbaiki sarana dan prasarana pendukung.

"Tidak bisa dengan otomatis tambah rangkaian. Sekarang kapasitas listriknya kita naikkan. Sinyalnya kita perbaiki," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin saat berdiskusi dengan awak media dalam perjalanan menggunakan Kereta Wisata dari Yogyakarta ke Jakarta, Rabu.

Menurut dia, peningkatan jalur Rangkasbitung menjadi prioritas perusahaan milik pemerintah tersebut, karena jalur itu menjadi yang terpadat di antara jalur KRL lainnya.

Ia menjelaskan bahwa enam sampai delapan bulan ke depan KAI sedang memperbaiki sejumlah sarana dan prasarana pendukung untuk meningkatkan kapasitas rangkaian KRL.

Bobby mengatakan saat ini rangkaian KRL ke Rangkasbitung maksimal hanya bisa 8-10 gerbong sehingga banyak pengguna jasa yang tidak tertampung dan bahkan berdesakan.

"Saya amati Rangkas Line atau Green Line ini satu meter persegi isinya 8 orang," ujar dia.

Kondisi tersebut, menurut Bobby, disebabkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung yang tidak mendukung untuk penambahan rangkaian.

Selain penambahan rangkaian, KAI juga berupaya memperpendek waktu tunggu kereta yang semula 10-15 menit, nantinya ketika sudah ada peningkatan dapat di bawah itu, sehingga pelanggan KRL dapat tertampung dengan baik.

"Sekarang jarak antar kereta itu 10-15 menit. Nanti kita akan pendekkan jaraknya. Sekarang keretanya itu cuma 8-10 rangkaian nanti semua akan menjadi 12," katanya menambahkan.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.