Kami sangat bangga atas pencapaian internasional yang diraih oleh Ulinnuha sebagai bukti nyata bahwa para penerima manfaat Beasiswa Cendekia Baznas mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di level global

Jakarta (ANTARA) - Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas, Ulinnuha Aqwa berhasil meraih juara dua dalam ajang internasional The 15th International Invention, Innovation & Design Competition (Indes) 2026 di Malaysia, berkat inovasi briket ramah lingkungan dari limbah buah ketapang.

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) itu meraih prestasi pada kategori Business Plan ini diraih berkat inovasi Keta-Briq, yaitu produk briket biochar ramah lingkungan berbahan dasar limbah buah ketapang yang dipadukan dengan aroma daun kemangi pengusir serangga.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, Ulinnuha mengisahkan sempat menghadapi fase sulit dan kehilangan semangat selama proses kompetisi. Namun komitmen kuat serta dukungan penuh dari pihak keluarga menjadi faktor penentu utama yang menjaga motivasi Ulinnuha tetap menyala.

Baca juga: Penerima beasiswa Baznas raih Ki Hajar Dewantara Award di Rusia

"Pengalaman ini mengajarkan saya untuk tidak takut mencoba langkah pertama, dan saya berharap ke depan bisa terus belajar serta menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berani mewujudkan ide-ide mereka," kata Ulinnuha.

Sementara Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad mengatakan prestasi ini menjadi bukti pemuda binaan Baznas memiliki daya saing tinggi dan mampu membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

"Kami sangat bangga atas pencapaian internasional yang diraih oleh Ulinnuha sebagai bukti nyata bahwa para penerima manfaat Beasiswa Cendekia Baznas mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di level global," ujarnya.

Baca juga: Seorang mustahik penerima beasiswa Baznas sukses buka akses pendidikan

Idy mengatakan inovasi berbasis lingkungan ini sejalan dengan visi Baznas untuk mencetak generasi muda yang solutif, kreatif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas serta masa depan bumi.

Menurut dia, kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak ini juga menjadi panggung pembuktian bahwa limbah lokal yang tidak bernilai dapat diubah menjadi solusi energi alternatif yang berkelanjutan.

"Keberhasilan Ulinnuha ini juga membuktikan bahwa dana zakat yang dikelola melalui program beasiswa mampu melahirkan inovator muda yang mandiri, solutif, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di masa depan," kata Idy Muzayyad.

Baca juga: Baznas nyatakan komitmen di bidang pendidikan lewat beasiswa santri

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.