Jakarta (ANTARA) - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membekali tenaga di fasilitas kesehatan (faskes) yang mengurus sistem digital instansi tersebut dengan pengetahuan siber untuk menciptakan dan mewujudkan keamanan digital dari layanan kesehatan di Indonesia.

Pembekalan ini hadir berkaca dari digitalisasi rekam medis elektronik yang kini mulai masif di berbagai fasilitas kesehatan nasional, maka sudah sepatutnya sistem yang dimiliki harus andal dan terstandardisasi agar dapat melindungi kerahasiaan data pasien sejalan dengan regulasi yang berlaku.

"Gangguan pada sistem teknologi informasi di rumah sakit bukan lagi sekadar insiden administratif biasa, melainkan ancaman nyata yang dapat berdampak langsung hingga pada keselamatan jiwa pasien," kata Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Pembekalan itu dikemas dalam bentuk seminar dan lokakarya selama dua hari pada 8-9 Juli di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Indonesia (RSP UI) mengangkat tema "Fortifying the Digital Hospital: Strategi Keamanan Siber Berbasis Standar Nasional menuju Transformasi Layanan Kesehatan Indonesia".

Baca juga: BSSN sebut keamanan siber harus jadi aspek utama dalam RUU SDI

Dalam sesi di hari pertama, Sulistyo mengatakan pelindungan aset digital faskes begitu krusial mengingat saat ini banyak data masyarakat yang terintegrasi lewat platform SatuSehat yang dimiliki Kementerian Kesehatan.

Salah satu untuk mencegah terjadinya kerentanan dari tiap sistem faskes ke data-data tersebut adalah dengan menggunakan aplikasi atau sistem digital yang orisinal.

Hal ini ditegaskan mengingat dalam temuan BSSN 56 persen anomali di sektor kesehatan saat ini didominasi oleh malware akibat kelalaian penggunaan software bajakan.

Pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) oleh pengelola sistem digital faskes juga diperlukan agar kerentanan-kerentanan sistem bisa dengan mudah diatasi.

BSSN bahkan menyatakan siap memfasilitasi bimbingan teknis menyeluruh kepada instansi kesehatan yang telah memiliki TTIS agar sistem digital fasilitas kesehatan bisa bekerja dengan optimal saat menemukan kerentanan siber.

Direktur Utama RSP UI dr. Ari Kusuma Januarto mengapresiasi kolaborasi strategis bersama BSSN tersebut sebagai langkah nyata pemerintah mendukung institusi medis menghadapi tantangan teknologi masa depan.

"Sebagai rumah sakit pendidikan yang mengedepankan inovasi dan keselamatan pasien, kami sadar data medis adalah aset sensitif. Integrasi sistem IT wajib berjalan beriringan dengan protokol keamanan berbasis standar nasional guna menjamin keberlangsungan layanan medis tanpa interupsi," ungkapnya.

Baca juga: BSSN usung kolaborasi ciptakan kedaulatan siber tangguh di HUT ke-80

Dalam mewujudkan lokakarya ini, BSSN juga menggandeng mitra teknologi Cisco Systems Indonesia ini berhasil membekali para pimpinan manajemen dan tenaga IT rumah sakit di Indonesia.

Edukasi mengenai strategi proteksi terbaik serta kepatuhan penuh terhadap standar regulasi nasional dibahas dalam lokakarya itu guna menjamin kerahasiaan data pasien secara berkelanjutan.

Secara lebih rinci, urgensi regulasi keamanan siber di sektor kesehatan juga mendapatkan sorotan khusus dalam lokakarya ini.

Keberadaan regulasi yang kuat tidak sekadar berfungsi sebagai lembar pemenuhan kepatuhan hukum (compliance), melainkan bertindak sebagai fondasi hukum yang menetapkan standardisasi enkripsi, pembatasan hak akses data, serta penyusunan protokol respons insiden yang seragam.

Tanpa adanya regulasi yang tegas dan mengikat, kerentanan sistem pada satu fasilitas kesehatan dapat menjadi pintu masuk yang mengancam integritas jaringan data kesehatan nasional secara masif.

Tidak berhenti dalam pembekalan di satu momen saja, BSSN mengajak seluruh ekosistem kesehatan nasional untuk terus memperkuat tata kelola keamanan informasi demi terciptanya ruang digital Indonesia yang tangguh, terpercaya, dan berdaulat.

Baca juga: BSSN bangun ekosistem keamanan siber nasional tangguh lewat quad helix

Baca juga: BSSN komitmen jaga kedaulatan siber di tengah dinamika geopolitik

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.