Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan kepala dinas pertanian se-Indonesia mengawal percepatan penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

"Hari ini kami kumpulkan kepala dinas (pertanian), kemudian direktur wilayah PPL se-Indonesia. Tujuannya adalah kita melakukan akselerasi dengan intensifikasi. Sistem intensifikasi kita akselerasi, yaitu pertanian modern PM AAS," kata Mentan usai Rapat Koordinasi Pengembangan PM-AAS di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan pihaknya mengumpulkan kepala dinas seluruh Indonesia yang membidangi pertanian guna mempercepat transformasi menuju pertanian modern melalui intensifikasi berbasis metode PM-AAS yang dinilai mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Amran mengatakan metode PM-AAS telah diuji coba pada lahan seluas 1.600 hektare dengan hasil panen mencapai 10 hingga 12 ton gabah per hektare.

Menurut Amran, produktivitas gabah saat ini rata-rata secara nasional sekitar 5,5 ton per hektare, berpotensi meningkat signifikan apabila metode PM-AAS diterapkan secara luas pada kawasan irigasi yang menjadi prioritas pemerintah.

Ia menargetkan penerapan metode PM-AAS pada 1 juta hektare pada lahan irigasi agar mampu meningkatkan produksi gabah secara signifikan serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan ke depan.
​​​

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara dalam Rapat Koordinasi Pengembangan PM-AAS di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Harianto

Amran menjelaskan metode PM-AAS menggabungkan sistem arkansas dan jajar legowo sehingga meningkatkan populasi tanaman menjadi sekitar satu juta rumpun per hektare dengan pemanfaatan cahaya matahari lebih optimal.

Menurutnya, biaya budidaya hanya meningkat dari sekitar Rp13 juta menjadi Rp15 juta per hektare, namun keuntungan petani berpotensi melonjak dari sekitar Rp5 juta menjadi Rp16,3 juta per musim.

Baca juga: Bapanas sebut penyerapan gabah petani setara beras tembus 3,3 juta ton

Amran menegaskan pendekatan pertanian modern melalui PM-AAS diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sehingga mendorong semangat bercocok tanam dan memperkuat keberlanjutan produksi pangan nasional dalam jangka panjang.

Pemerintah menargetkan pengembangan metode PM-AAS pada satu juta hektare lahan irigasi selesai tahun depan sebagai langkah awal sebelum penerapan lebih luas di sentra produksi padi nasional.

Baca juga: Kementan siapkan hilirisasi perkebunan di Nabire

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.