Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa Iran “sangat ingin”mencapai kesepakatan dan telah menghubunginya “belum lama ini” untuk melanjutkan perundingan setelah serangkaian serangan militer AS di kawasan.

“Mereka menelepon belum lama ini. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Saya hanya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya juga tidak tahu apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu. Itulah masalahnya,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One.

Trump menyampaikan bahwa setiap kali Iran menyerang Amerika Serikat, maka ia akan membalas 20 kali lebih keras.

“Mereka sedikit melakukan sesuatu hari ini, tetapi itu sebenarnya hanya aksi balasan atas apa yang terjadi tadi malam. Ketika mereka menyerang, kami membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar,” ucap Trump.

Trump juga mengisyaratkan bahwa konflik saat ini dengan Iran berpotensi berkembang menjadi konfrontasi militer skala penuh.

“Ada banyak cara bagi kami untuk menang, tetapi secara militer kami sudah menang,” kata dia.

Ketika ditanya apakah ia yakin konflik tersebut dapat meluas, Trump menjawab: “Saya tidak tahu, tetapi kami menang dengan sangat cepat.”

Terkait kemungkinan penarikan lebih banyak pasukan AS dari Eropa, Trump mengatakan bahwa keputusan tersebut sangat bergantung pada Greenland dan Iran.

Ia menambahkan bahwa dirinya belum mengambil keputusan akhir, tetapi akan mempertimbangkan penarikan pasukan “jika kami tidak mencapai kesepakatan yang sangat baik mengenai Greenland.”

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan tambahan terhadap Iran yang bertujuan semakin melemahkan kemampuan negara itu untuk mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

“Amerika Serikat meminta Iran bertanggung jawab atas agresi yang baru-baru ini dilakukan tanpa alasan yang dapat dibenarkan terhadap kapal-kapal komersial dan awak sipil yang berlayar secara bebas di jalur perairan internasional yang vital,” kata CENTCOM melalui platform media sosial X.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa militer Amerika menyerang dua jembatan rel kereta api di Iran utara menggunakan rudal jelajah sebagai bagian dari serangan yang dilakukan pada Rabu.

Serangan tersebut merupakan serangan pertama AS yang menargetkan infrastruktur di Iran sejak gencatan senjata pada 8 April.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Erdogan serukan kesepakatan AS-Iran tidak diganggu

Baca juga: Trump klaim dirinya menjadi target pembunuhan nomor satu Iran

Baca juga: CENTCOM konfirmasi AS luncurkan serangan lanjutan ke Iran

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.