Moskow (ANTARA) - Lima dari 32 negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berkomitmen meningkatkan anggaran pertahanan mereka saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turkiye.
Kelima negara itu ialah Jerman, Hungaria, Turkiye, Portugal, dan Slovakia.
Sebelumnya, Rabu (8/7), Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan Jerman akan mencapai target baru NATO terkait anggaran pertahanan sebesar 5 persen dari PDB lebih cepat dari jadwal sebelumnya.
Menyikapi peningkatan belanja pertahanan oleh negara-negara NATO di Eropa, Merz mencatat angka tersebut telah meningkat lebih dari 100 miliar euro (sekitar Rp2 kuadriliun) selama 12 bulan terakhir, dengan porsi Jerman dari total peningkatan tersebut ialah sebesar 25 miliar euro (sekitar Rp517,3 triliun).
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) setempat menyatakan negaranya dapat menaikkan anggaran tersebut sebesar 5 persen dari PDB di tahun 2029.
Baca juga: Jerman alokasikan Rp2,5 kuadriliun untuk pertahanan di 2026
Sementara di Hungaria, peningkatan anggaran belanja pertahanan akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2035.
"Pemerintah Hungaria telah memutuskan untuk meningkatkan belanja pertahanan secara bertahap dan kami akan mencapai 5 persen pada tahun 2035," kata Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar.
Kemudian, untuk Turkiye, Presiden Recep Tayyip Erdogan berharap dapat mencapai target anggaran pertahanan NATO sebesar 5 persen dari PDB di tahun 2030.
Baca juga: Keterbatasan industri hambat anggota NATO serap anggaran pertahanan
Selain itu, penambahan anggaran juga disampaikan Perdana Menteri (PM) Portugal Luis Montenegro, yang akan menambah total anggaran pertahanan menjadi 3,1 persen dari PDB pada akhir 2026.
Sementara itu, Presiden Slovakia Peter Pellegrini mengatakan negaranya akan menghabiskan lebih dari 2 persen dari PDB untuk anggaran pertahanan pada 2026.
Sumber: Sputnik
Baca juga: AS desak seluruh anggota NATO untuk penuhi komitmen pertahanan
Baca juga: AS ingin Eropa menanggung beban pertahanan lebih besar untuk NATO
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.