Tangerang (ANTARA) - BPS Kota Tangerang, Banten, memastikan bagi pelaku usaha di pusat perbelanjaan yang tidak dapat ditemui dan belum sensus ekonomi maka pengisian data dilakukan daring via metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) yang dikirim melalui surat elektronik.

"Untuk tenant yang belum sempat diwawancarai, kami menyediakan alternatif pengisian melalui dokumen maupun kuesioner online. Seluruh data tersebut nantinya akan kami tindak lanjuti hingga proses pendataan selesai," kata Ketua Tim Bidang Manajemen Lapangan BPS Kota Tangerang Ria Wamilda di Tangerang, Kamis.

Ia mengatakan saat ini petugas telah memasuki hari kedua melaksanakan sensus ekonomi yang menyasar kawasan pusat perbelanjaan Tangcity Mall. Sebanyak 70 petugas mendata sekitar 1.500 tenant yang beroperasi di pusat perbelanjaan tersebut.

BPS Kota Tangerang, katanya, menerapkan beberapa metode pendataan agar proses sensus berjalan lebih efektif. Selain wawancara langsung menggunakan aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI).

"Petugas juga sudah menyediakan kuesioner yang dapat ditinggalkan untuk diisi pelaku usaha," ujarnya.

Sedangkan untuk lokasi sensus lainnya, BPS Kota Tangerang menyasar tenant di Mal @Alam Sutera, Kecamatan Pinang. Koordinasi dengan pengelola mal telah dilakukan agar proses pendataan dapat berjalan lancar sesuai jadwal.

Baca juga: BPS upayakan semakin banyak UMKM perempuan terdata Sensus Ekonomi 2026

Baca juga: BPS gunakan AI bantu percepatan proses data Sensus Ekonomi 2026

Ria menegaskan, Sensus Ekonomi tidak hanya menyasar pelaku usaha di pusat perbelanjaan. Pendataan juga dilakukan terhadap berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kaki lima, toko, usaha rumahan, usaha berbasis digital, hingga tenant di kawasan komersial. Pendataan ini bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan aktivitas ekonomi di Indonesia.

“BPS Kota Tangerang mengimbau seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang benar,” imbaunya.

BPS memastikan seluruh informasi yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku serta hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

"Partisipasi pelaku usaha diharapkan dapat mendukung tersedianya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi di masa mendatang," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Mugiya Wardhany memastikan seluruh informasi yang disampaikan pelaku usaha kepada petugas BPS dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya.

"Tak perlu khawatir bagi seluruh pelaku usaha yang dikunjungi petugas sensus. Data yang diberikan dijamin kerahasiaannya. Maka itu berikan data sesuai kondisi sebenarnya," kata Mugiya.

Ia mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi.

Baca juga: Menekraf: Sensus Ekonomi bagian dari pembangunan ekraf Indonesia

Baca juga: Menko PM: Sensus Ekonomi jadi landasan pengambilan kebijakan anggaran

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.