Jakarta (ANTARA) - Survei daring yang dilakukan oleh Meiji Yasuda Life Insurance Co. pada Juni 2026 menemukan bahwa jumlah rata-rata pengeluaran masyarakat Jepang untuk liburan musim panas tahun ini turun untuk pertama kalinya dalam lima tahun.

Menurut laporan Kyodo, Rabu (/8/7), penurunan dana yang disisihkan untuk berlibur itu turun hampir 20 ribu yen atau sekitar Rp2,23 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut seorang ekonom di Institut Penelitian Meiji Yasuda Yukihiro Morita, salah satu penyebabnya adalah meningkatnya kesadaran terhadap anggaran rumah tangga. Anggaran yang menurun itu membuat rata-rata pengeluaran masyarakat untuk berlibur menjadi 85.145 yen atau sekitar Rp9,49 juta.

Baca juga: Liburan musim panas, museum film di China dipadati pengunjung

Survei yang dilakukan pada 9-12 Juni ini menerima tanggapan dari 1.120 orang berusia 20-an hingga 50-an.

Dalam survei itu disebutkan bahwa 20,7 persen responden mengatakan mereka berencana untuk mengurangi anggaran liburan musim panas mereka, dibandingkan dengan 12,3 persen yang berniat untuk meningkatkannya. Anggaran rata-rata tahun lalu sebesar 104.901 yen atau Rp11,69 juta merupakan rekor tertinggi.

Para responden paling sering menyebutkan kenaikan harga yang menekan keuangan rumah tangga sebagai alasan untuk mengurangi anggaran mereka, diikuti oleh penurunan pendapatan.

Mengenai rencana untuk berlibur selama liburan musim panas, 41,6 persen responden mengatakan mereka tidak berencana untuk melakukannya, naik dari 35,3 persen tahun lalu. Alasan yang paling umum disebutkan adalah panasnya musim panas, diikuti oleh inflasi.

Baca juga: Upah riil Jepang menguat, belanja rumah tangga masih lesu

Baca juga: PM baru Jepang janjikan stimulus ekonomi untuk atasi inflasi

Baca juga: Sejumlah perusahaan Jepang luncurkan produk hadapi musim panas

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.