Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Spanyol berbalik arah sepenuhnya setelah dia mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dan Madrid diduga setuju membayar dalam jumlah besar.
Saat KTT Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Ankara, Rabu (8/7), Trump menyebut Spanyol sebagai mitra NATO yang buruk. Trump juga mengatakan AS tidak ingin lagi menjalin hubungan dagang dengan Spanyol.
"Namun, Spanyol akhirnya kembali sepenuhnya hari ini. Spanyol sangat dermawan hari ini. Mereka memenuhi permintaan untuk melakukan banyak pembayaran. Jika tidak, maka kami bahkan tidak akan berbicara dengan mereka," kata Trump kepada wartawan usai meninggalkan KTT NATO pada Rabu.
Trump tidak merinci apa saja telah disetujui Spanyol untuk didanai.
Baca juga: Wakil PM Spanyol: Komentar Trump tentang Paus Leo 'kesalahan besar'
Sebelumnya, Trump mengancam akan menghentikan perdagangan dengan Spanyol setelah negara itu menjadi satu-satunya anggota NATO yang menolak komitmen untuk meningkatkan belanja pertahanan hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).
"Spanyol adalah kasus yang sia-sia. Kami tidak ingin lagi melakukan bisnis perdagangan dengan Spanyol. Saya ingin Anda menghentikannya. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan Spanyol. Putuskan seluruh perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan," kata Trump saat bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Trump pun mengatakan hal itu sambil menoleh kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mendampinginya di KTT NATO itu.
"Saya tidak ingin ada lagi perdagangan dengan mereka (Spanyol). Laksanakan segera. Jangan bicara dengan mereka. Mereka sudah tidak ada harapan," ujar Trump.
Menanggapi instruksi Trump itu, Bessent pun menjawab singkat.
"Baik, Pak," kata Bessent.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Trump instruksikan untuk hentikan perdagangan dengan Spanyol
Baca juga: Trump sebut Spanyol tidak kooperatif, AS ancam putus hubungan dagang
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.