Bangli, Bali (ANTARA) - Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menjadikan Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali sebagai contoh pengembangan desa wisata di Indonesia.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata Hariyanto saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Desa Penglipuran, Kamis, mengatakan keberhasilan Penglipuran dinilai mampu menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian budaya dan kearifan lokal.

"Jadi mencontoh, bukan menjiplak sama. Bagaimana ide-ide tata kelola desa wisata, bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa meninggalkan kearifan lokal, budaya dan adat masyarakat," katanya.

Hariyanto menjelaskan pemerintah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai strategi memperkuat sektor pariwisata nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025.

Baca juga: Asita Bali tonjolkan desa wisata perkuat diversifikasi produk

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya narasi mengenai desa pariwisata secara resmi diatur dalam undang-undang sebagai bentuk perhatian negara terhadap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Hariyanto menuturkan Desa Wisata Penglipuran menjadi salah satu contoh terbaik setelah meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023.

Prestasi tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah desa wisata terbaik dunia terbanyak di kawasan Asia.

Ia menegaskan, keberhasilan Penglipuran tidak hanya diukur dari penghargaan internasional, tetapi juga dari tata kelola desa yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.