Bentuk penghargaan tersebut dapat berupa subsidi UKT atau penurunan UKT sesuai tingkat prestasi mahasiswa setelah melalui proses verifikasi kondisi ekonomi secara valid

Ambon (ANTARA) - Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon merancang skema pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) secara mencicil melalui kerja sama dengan perbankan guna meringankan beban mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti Prof Dominggus Malle di Ambon, Rabu, mengatakan skema tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama pihak bank agar orang tua atau wali mahasiswa dapat menabung setiap bulan sebelum masa pembayaran UKT.

"Kami sedang merancang sistem cicilan UKT dengan berkoordinasi bersama pihak bank. Nantinya orang tua atau wali mahasiswa bisa menyetor sejumlah dana setiap bulan ke rekening tabungan khusus yang hanya dapat digunakan saat pembayaran UKT tiba," katanya.

Menurut dia, pola tersebut diharapkan membantu keluarga mahasiswa mengatur pengeluaran sehingga pembayaran UKT tidak lagi menjadi beban sekaligus pada awal semester.

Baca juga: Pemerintah kaji penyebab 60.000 calon mahasiswa mundur dari SNBP

Ia mencontohkan, mahasiswa yang dikenakan UKT sebesar Rp2,5 juta per semester dapat menabung sekitar Rp400 ribu setiap bulan selama enam bulan. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membayar UKT ketika jadwal pembayaran dimulai.

"Kalau dibayar sedikit demi sedikit setiap bulan, tentu akan lebih ringan dibandingkan harus menyediakan dana sekaligus pada saat pembayaran UKT," ujarnya.

Selain menyiapkan skema cicilan, Unpatti juga merancang pemberian insentif bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Dominggus menjelaskan bentuk penghargaan tersebut dapat berupa subsidi UKT atau penurunan UKT sesuai tingkat prestasi mahasiswa setelah melalui proses verifikasi kondisi ekonomi secara valid.

Baca juga: 39.662 peserta SNBT masuk dalam penerima KIP Kuliah karena DTSEN

"Mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik, seni maupun olahraga akan menjadi perhatian kami. Mereka bisa memperoleh insentif yang nilainya setara dengan keringanan UKT sehingga dapat terus melanjutkan pendidikan," katanya.

Ia menegaskan, penentuan penerima insentif tidak hanya didasarkan pada surat keterangan tidak mampu, melainkan mengacu pada data sosial ekonomi pemerintah agar bantuan tepat sasaran.

"Kami menggunakan data yang valid sehingga benar-benar diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan sekaligus memiliki prestasi," katanya.

Di sisi lain, Unpatti juga terus berkoordinasi dengan pemerintah melalui kementerian terkait agar mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri dapat memperoleh kesempatan mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Menurut Dominggus, sebelumnya mahasiswa jalur mandiri belum memperoleh akses terhadap program tersebut. Namun, saat ini peluang tersebut mulai dibahas sehingga diharapkan tersedia kuota bagi mahasiswa yang membutuhkan.

"Kami terus bernegosiasi agar mahasiswa jalur mandiri juga memiliki kesempatan memperoleh KIP Kuliah. Mudah-mudahan nanti ada kuota sehingga semakin banyak anak-anak yang tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi meski memiliki keterbatasan ekonomi," ujarnya.

Ia berharap berbagai skema yang sedang disiapkan tersebut dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat sekaligus memastikan mahasiswa tidak mengurungkan niat kuliah hanya karena kendala biaya.

Baca juga: Rektor Unhas: Tidak ada kenaikan UKT tahun 2026

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.