Jakarta (ANTARA) - Google mengenalkan fitur baru bernama Video Remix yang dapat ditemukan di layanan Google Photos sehingga memudahkan penggunanya menyulap potongan-potongan video menjadi lebih kreatif dan menarik dengan bantuan kecerdasan artifisial (AI).
Fitur ini didukung dengan model AI Gemini Omni yang menjanjikan untuk "menciptakan apapun dari input apa pun" seperti dilaporkan oleh TechCrunch, Rabu (8/7) wakt u setempat.
Dirilisnya fitur ini menjadi cara baru Google menghadirkan lebih banyak fitur-fitur AI generatif ke dalam aplikasi-aplikasi besutannya seiring dengan langkah kompetisi dengan pesaing seperti Apple, OpenAI, serta Adobe.
Fitur ini menjadi cara Google, membantu penggunanya melakukan pengeditan video bertenaga AI dengan cara ng mudah dan sederhana.
Baca juga: Google investasikan 75 Juta dolar di A24, kembangkan AI pembuat film
Baca juga: Google luncurkan Android 17 dengan sejumlah fitur AI terbaru
Pengguna tidak butuh perangkat lunak khusus dan hanya membutuhkan ekosistem Google di gawainya untuk melakukan hal ini.
Bagi mereka yang tertarik mengaksesnya, Video Remix dapat ditemukan lewat tab Create di Google Photos dan setelahnya pengguna bisa melakukan beragam hal dengan videonya.
Sebagai contoh pengguna bisa meminta pencahayaan ulang sinematik untuk mencerahkan klip video yang gelap, mengganti latar belakang polos dengan sesuatu yang lain, atau bahkan menambahkan gaya artistik ke dalam video seperti efek cat air, lukisan cat minyak, maupun sketsa.
“Sekarang, dengan Video Remix di Google Photos, Anda dapat mengubah video biasa menjadi momen yang layak dibagikan hanya dengan beberapa ketukan," demikian pernyataan resmi Google dalam unggahan blog-nya.
Video Remix mulai diluncurkan hari ini untuk pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra yang memenuhi syarat di AS, Argentina, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Mesir, India, Indonesia, Jepang, Meksiko, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, dan Turki.
Fitur ini adalah yang terbaru dalam serangkaian pembaruan berbasis AI yang diperkenalkan ke Google Photos.
Selain Video Remix, aplikasi ini baru-baru ini meluncurkan alat pengeditan baru yang memungkinkan pengguna untuk menerapkan pengeditan dan perbaikan halus, seperti menghilangkan noda, memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan mata, dan memutihkan gigi.
Google juga mengumumkan fitur berbasis AI yang mengubah foto pakaian pengguna menjadi lemari digital tempat penggunanya dapat membuat ide pakaian baru dan mencoba pakaian secara virtual.
Baca juga: Google bakal luncurkan Pixel generasi terbaru pada 12 Agustus 2026
Baca juga: Pengadilan tertinggi UE jatuhkan denda antimonopoli kepada Google
Baca juga: CATL gaet Google, Xiaomi, dan BMW untuk susun aturan baterai global
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.