Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencatat sebanyak 593.654 warga atau 23,14 persen dari total penduduk terdaftar sebanyak 2,5 juta jiwa telah memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 6 Juli 2026.

"Jadi untuk se-Jakarta Barat, capaian CKG sudah 23,14 persen sampai dengan 6 Juli 2026," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakbar, Sahruna saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Sahruna menyebut, pihaknya menargetkan 46 persen penduduk Jakbar telah mengakses salah satu program pemerintahan Prabowo itu hingga akhir tahun 2026.

"Sampai akhir tahun, target kita itu 46 persen penduduk sudah akses CKG. Dalam jumlah, berarti sekitar 1.180.124 penduduk," tutur Sahruna.

Lebih lanjut, kata Sahruna, program CKG disesuaikan dengan kelompok usia warga, misalnya kelompok usia anak 1 sampai dengan 6 tahun, kelompok usia 30 - 39 tahun dan seterusnya.

Secara umum, lanjut dia, terdapat 17 kategori skrining dalam program CKG kepada usia dewasa.

"Skrining aktivitas fisik, merokok, TB, kesehatan jiwa, hati, faktor risiko kanker, status gizi, hipertensi, diabetes, mata, lanjutan TB, telinga, pemeriksaan gigi dan penyakit kulit, PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), kanker leher rahim dan kanker paru," tutur Sahruna.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak segan mengakses program ini di puskesmas terdekat.

"CKG di Jakbar itu dapat dukungan kuat dari Walikota dan jajaran. Dibuktikan dengan terbitnya Instruksi Walikota bulan Januari 2026 dan pelaksanaan CKG bagi seluruh ASN dan PJLP, baik kantor Walikota, seluruh UKPD dan kantor jajaran. Selain di Puskesmas, CKG juga dilakukan bekerja sama dengan seluruh stakeholder antara lain kader, mal, perkantoran, sekolah, dan universitas," pungkas Sahruna.

Baca juga: CKG di Jakarta sudah jangkau 2,57 juta warga

Baca juga: Pemkab: CKG di Pasaman Barat jangkau 116.866 orang

Baca juga: Kota Tangerang perluas jangkauan CKG dengan buka layanan hingga RT/RW

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.