Jakarta (ANTARA) -

Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengajak masyarakat setempat agar menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari rezeki mereka melalui Baznas Bazis Jakarta Utara agar dana tersebut dikembalikan ke warga yang membutuhkan di daerah setempat

“Kami mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat melalui Baznas Bazis agar semakin banyak warga yang dapat dibantu,” kata dia saat peresmian Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Kamis.

Menurut dia hari ini pihaknya meresmikan rumah warga RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja dan menempati rumah barunya yang kini berdiri kokoh dan nyaman lewat Program Bedah Rumah Baznas Bazis Kota Jakarta Utara.

Minarni (56) kini dapat menempati rumah, setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang kerap kebanjiran dan nyaris roboh.

Menurut dia seluruh pembiayaan program berasal dari dana zakat infak dan sedekah yang dihimpun dari ASN, perusahaan, dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, mengangkat martabat, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat.

Menurut dia hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas Bazis dalam mengurangi ketimpangan hunian sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan apabila masih terdapat warga yang ijazahnya tertahan di sekolah agar dapat difasilitasi melalui Program Tebus Ijazah.

"Saya berharap tidak ada lagi anak-anak kita yang terkendala meraih masa depan karena ijazahnya tertahan. Pendidikan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih baik," kata dia.

Sementara warga penerima bantuan, Minarni mengatakan rumah baru yang kini ditempati bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya.

Rumah berukuran 6 x 3,2 meter yang berdiri di atas tanah warisan orang tuanya itu telah dihuni keluarga selama lebih dari 45 tahun.

Proses pembangunan rumahnya berlangsung sekitar tiga minggu hingga akhirnya berubah menjadi hunian yang layak dan aman untuk ditempati bersama keluarga.

Sebelumnya, rumah tersebut mengalami kerusakan parah dan hampir setiap hujan turun selalu dilanda banjir.

"Alhamdulillah semua yang telah membantu dan rumah kami kini sudah bagus dan nyaman. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu dengan kesehatan, keberkahan, serta perlindungan-Nya," kata dia.

Baca juga: Baznas Bazis Jakarta Utara bedah 25 rumah warga kurang mampu

Baca juga: Penerima Beasiswa Baznas harumkan bangsa lewat inovasi briket ketapang

Baca juga: Baznas sebut zakat perusahaan jadi investasi sosial berdampak

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.