Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendesak agar Amerika Serikat dan Iran senantiasa menahan diri dan mengupayakan deeskalasi menyusul berlanjutnya permusuhan dan saling serang antara kedua negara tersebut di Selat Hormuz.

“Indonesia menekankan agar semua pihak dapat terus menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi,” ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa Indonesia terus mendorong kedua pihak agar memperjuangkan deeskalasi, mengedepankan dialog, dan melanjutkan proses negosiasi dalam kerangka yang senantiasa menghormati hukum internasional.

Indonesia memandang berlanjutnya proses perdamaian antara AS dan Iran amat penting dalam rangka menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan menyusul konflik berkepanjangan yang terjadi.

Langkah tersebut, kata dia, juga merupakan kunci bagi perdamaian kawasan serta untuk memulihkan keamanan maritim dan pelayaran di Selat Hormuz.

Adapun pada Selasa malam (7/7) Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi telah meluncurkan serangkaian serangan baru terhadap sejumlah 80 titik militer di Iran. Mereka mengeklaim serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Iran terhadap sejumlah kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pada Rabu (8/7) pagi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap 85 titik militer AS di Timur Tengah, termasuk Pelabuhan Salman dan markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, juga pada Rabu, kemudian menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir.

"Ini pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saya rasa itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka (Iran) lagi. Mereka sampah," kata Trump kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

Ia mengisyaratkan kesabarannya terhadap upaya diplomasi sudah berakhir menyusul serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang, dengan dirinya menyebut para pemimpin Iran di Teheran sebagai “pembohong”.

Trump juga menegaskan bahwa fokus utama Washington kali ini adalah untuk mengupayakan “denuklirisasi” penuh Iran.

Baca juga: Lalu lintas Selat Hormuz hampir terhenti pasca-serangan terbaru

Baca juga: Serangan AS di 5 provinsi Iran tewaskan 14 orang dan lukai 78 lainnya

Baca juga: IRGC klaim serang pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.