Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan terus mengawal kualitas produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang telah menembus pasar ritel modern melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan agar mampu mempertahankan standar mutu serta berdaya saing di pasar domestik maupun ekspor.

"Oh ya terus (ada pelatihan, pembinaan), ya pasti, ya terus. Jadi kita pola kemitraan tidak hanya berhenti ketika sudah dapat market atau pasarnya atau tempatnya, tidak hanya sampai di situ. Tetapi keberlanjutan produk, keberlanjutan kualitas terus kita jaga," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, Kamis.

Menurut Budi, pembinaan berkelanjutan dilakukan agar kualitas produk tetap terjaga, sehingga mampu bertahan dan bersaing di pasar.

Pembinaan dilakukan mulai dari peningkatan kualitas produk hingga pendampingan dalam memenuhi standar pasar. Semua dilakukan demi mempertahankan keberhasilan UMKM sekaligus mempertahankan kepercayaan konsumen dan mitra usaha.

Pola ini juga diterapkan kepada UMKM yang telah berhasil memasuki pasar ekspor, termasuk pengawasan kualitas produk sejak pengiriman pertama hingga berikutnya.

"Ekspor itu terutama UMKM ya. UMKM itu bahkan kita awasi dari kontainer yang pertama itu ketika bagus, kontainer yang kedua harus bagus. Kadang-kadang kalau UMKM kan suka begitu, kontainer kedua mulai berkurang. Nah itu tidak boleh," jelas Budi.

Menurut dia, syarat utama agar produk UMKM dapat terus bertahan di jaringan ritel modern yakni kualitas yang bagus.

"Sehingga kita terus mengawasi memastikan bahwa dari awal sampai akhir itu kualitasnya harus terjaga," ucap Budi.

Adapun program pelatihan tersebut mencakup pengembangan desain produk, peningkatan kualitas produksi, hingga pelatihan ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Lebih lanjut, Budi menyebut, produk yang dipasarkan telah memenuhi standar ritel modern dan menerapkan proses kurasi secara bertahap.

"Kurasi empat bulan. Jadi proses kurasinya dari 81 UMKM tinggal 11. Jadi itu proses yang dilakukan oleh Kemendag, kemudian nanti kita lakukan semacam business matching," kata dia.

Budi berharap, pola seperti itu dapat melahirkan dan menumbuhkan banyak UMKM Indonesia yang dapat bertahan dalam jangka panjang dengan kualitas produk yang tinggi.

Baca juga: Mendag optimistis transaksi UMKM Bisa Ekspor tembus Rp5,43 triliun

Baca juga: Produk UMKM bisa kuasai pasar ritel modern jika terapkan kolaborasi

Baca juga: Kemendag: Kopi RI raup potensi transaksi Rp66 miliar di Bangkok

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.