Riset perlu dikonsentrasikan pada kebutuhan-kebutuhan daerah sehingga hasil penelitian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat

Kupang (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menilai Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang melimpah dan program yang relevan untuk mendorong riset serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak bagi pembangunan daerah.

"Dari sisi SDM, kampus ini memiliki sumber daya manusia yang melimpah. Dari sisi program juga sangat sesuai dengan yang disampaikan Pak Deputi tadi. Sangat relevan, ada riset dan ada pengabdian," katanya di Kupang, Kamis.

Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerjanya ke Kupang dan menghadiri rapat koordinasi pengentasan kemiskinan serta peluncuran program Garuda di Kupang.

Saat berkunjung ke Undana di Kupang, Fauzan mengatakan potensi SDM yang dimiliki perguruan tinggi tersebut menjadi modal penting dalam menghasilkan penelitian yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Peneliti BRIN soroti pendekatan teknologi untuk hindari kebakaran TPA

Menurut dia, riset yang dilakukan perguruan tinggi seharusnya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik dosen maupun mahasiswa, tetapi diarahkan untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Ia menegaskan, riset perlu dikonsentrasikan pada kebutuhan-kebutuhan daerah sehingga hasil penelitian benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Riset dikonsentrasikan untuk kebutuhan-kebutuhan daerah sehingga riset berdampak, pengabdian berdampak. Tidak hanya menggugurkan kewajiban seorang dosen dan mahasiswa, tetapi apa yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan daerah," ujarnya.

Fauzan berharap pendekatan riset dan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi, sehingga kampus dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga: Wamendikti: Vaksin dengue mRNA RI-China bukti komitmen majukan riset

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.