Mashhad, Iran (ANTARA) - Puluhan ribu orang berkumpul di sekitar kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran, menjelang prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, meskipun Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara, Kamis.
Koresponden RIA Novosti melaporkan, pada malam hingga Rabu dini hari, militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.
Pasukan Iran kemudian melaporkan telah melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait, sementara otoritas Iran menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.
Jenazah Khamenei semula dijadwalkan tiba dari Kota Najaf, Irak, pada pukul 06.00 waktu setempat atau 01.30 GMT (08:00 WIB). Namun, prosesi pemakaman ditunda hingga pukul 14.00 waktu setempat atau 11.30 GMT (18:30 WIB) karena keterlambatan kedatangan jenazah.
Meski demikian, massa tetap memadati kawasan sekitar makam Imam Reza. Mereka meneriakkan slogan-slogan keagamaan sambil mengibarkan bendera Iran dan membawa foto-foto Khamenei.
"Saya datang ke Mashhad karena merasa harus berada di sini pada momen bersejarah ini. Apa pun situasinya, saya tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada pemimpin yang mengabdikan hidupnya bagi tanah air, melindungi, dan memajukannya," kata salah seorang peserta kepada RIA Novosti.
Kerumunan massa menyebabkan jalan-jalan menuju kompleks makam dipadati pelayat. Aparat keamanan dan tim medis dikerahkan untuk mengamankan jalannya prosesi. Warga berbaris di kedua sisi jalan untuk menyaksikan iring-iringan jenazah.
Penyiar Iran, IRIB, melaporkan lebih dari 4.700 pengunjung asing dari 27 negara telah tiba di Mashhad untuk menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
Khamenei wafat dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran itu, putranya, Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.
Sejak penunjukan tersebut, ia belum muncul di hadapan publik, tetapi telah menyampaikan sejumlah pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan oleh media resmi Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Pakistan desak semua pihak tahan diri terkait ketegangan di Timteng
Baca juga: AS-Iran saling serang lagi, RI desak semua pihak upayakan deeskalasi
Penerjemah: Primayanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.