Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 di Kabupaten Jember, Jawa Timur siap beroperasi pada tahun ajaran baru yang dilaksanakan pada 13 Juli 2026.
"Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai 90 persen di Tapal Kuda ini. Kabupaten Jember masuk ke dalam kategori tier pertama yang paling siap untuk memulai tahun ajaran baru," kata Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos, Mokhamad Royani saat meninjau SR Terintegrasi Jember didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait, Kamis sore.
Menurutnya registrasi siswa tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jember itu akan dimulai pada 13 Juli 2026.
"Nanti seizin Pak Bupati Muhammad Fawait, kami akan mulai melaksanakan registrasi pada hari Senin (13/7), kemudian dilanjutkan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sebelum aktivitas kelas resmi dimulai," tuturnya.
Terkait dengan pembelajaran, lanjut dia, pihaknya sudah menyiapkan tenaga kependidikan untuk mengajar di sekolah rakyat tersebut. Apabila ada kekurangan guru, maka Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan guru tamu dari sekolah daerah untuk membantu.
Baca juga: Kemensos beberkan manfaat besar Sekolah Rakyat bagi masa depan bangsa
Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan rasa haru dan apresiasinya yang mendalam saat meninjau langsung progres pembangunan fasilitas pendidikan tersebut karena kehadiran sekolah itu merupakan bukti konkret keberpihakan negara terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem.
"Hari ini di Jember dibangun sebuah sekolah yang sangat megah, bahkan mungkin bisa dikatakan paling megah dan terlengkap. Mulai asrama yang representatif, gedung bertaraf tinggi, dua lapangan basket, hingga lapangan sepak bola yang sesuai dengan standar FIFA," katanya.
Ia mengatakan sekolah megah itu diperuntukkan bagi anak-anak yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem atau berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2.
"Langkah taktis yang diambil oleh Presiden Prabowo itu bukan sekadar wacana, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas tinggi," ujarnya.
Sekolah Rakyat yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA itu menawarkan konsep pembiayaan yang sepenuhnya ditanggung oleh negara. Beberapa program unggulan yang disediakan di antaranya fasilitas penunjang belajar berupa satu laptop untuk satu anak
"Kemudian konsumsi gratis berupa makan tiga kali sehari ditambah dua kali makanan ringan (snack), pemberian seragam dan seluruh perlengkapan sekolah secara cuma-cuma, hingga program renovasi rumah bagi orang tua murid yang memiliki hunian tidak layak huni," katanya.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengatakan bahwa Pemkab Jember siap bersinergi penuh dengan Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, serta pihak terkait lainnya demi menyukseskan operasional sekolah yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelontorkan anggaran Rp221,99 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Jember dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca juga: Kemensos manfaatkan inovasi AI tim AITF Filkom UB untuk Sekolah Rakyat
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.