Jakarta (ANTARA) - Apple dilaporkan menguji chip memori DRAM buatan perusahaan semikonduktor China ChangXin Memory Technologies (CXMT) untuk digunakan pada perangkat yang dipasarkan di pasar China.

Melansir siaran Engadget, Rabu (8/7) waktu setempat, Apple dikabarkan telah memasuki tahap pengujian chip memori buatan CXMT pada sejumlah perangkatnya.

Pada saat yang sama, raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu juga dilaporkan berupaya memperoleh persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat untuk menggunakan chip memori tersebut.

Baca juga: Apple investasi Rp542,7 triliun di Broadcom untuk buat "wireless chip"

Sebelumnya dilaporkan bahwa Apple tengah mempertimbangkan pembelian chip DRAM dari CXMT. Namun, perusahaan China itu baru-baru ini masuk dalam daftar hitam 1260H milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang berisi perusahaan-perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan militer China.

Secara regulasi, Apple tidak dilarang untuk menjalin kerja sama bisnis dengan perusahaan yang masuk dalam daftar 1260H. Namun, perusahaan tersebut berpotensi menghadapi tekanan politik apabila melanjutkan rencana tersebut tanpa dukungan pemerintah AS.

Laporan itu menyebut Apple telah menghubungi pemerintah Amerika Serikat pada akhir Mei atau awal Juni untuk membahas penggunaan produk CXMT dan memanfaatkan jaringan komunikasinya di Washington guna memperoleh persetujuan dari Gedung Putih.

Pada pertengahan Juni, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menunda pencantuman CXMT dan sejumlah perusahaan China lainnya, termasuk DeepSeek, ke dalam daftar tersebut guna menghindari meningkatnya ketegangan dengan Beijing.

Namun, daftar terbaru yang dipublikasikan Departemen Pertahanan Amerika Serikat kini telah mencantumkan nama CXMT.

Baca juga: Samsung mungkin bekali Galaxy M67 dengan chip Exynos kelas atas

CXMT sebelumnya tidak banyak dikenal di pasar global dan sempat mengalami tekanan finansial. Namun, kelangkaan pasokan memori global dalam beberapa tahun terakhir mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan tersebut.

Saat ini, CXMT disebut telah menjadi produsen DRAM terbesar keempat di dunia setelah Samsung, SK Hynix, dan Micron.

Perusahaan itu juga dilaporkan memiliki sedikitnya 15 pemegang saham milik negara dan sebagian besar dana investasinya didukung oleh mitra yang memiliki hubungan dengan pemerintah China.

Kemitraan dengan CXMT dinilai dapat membantu Apple mengatasi tantangan pasokan memori yang masih berlangsung.

Saat ini Apple memperoleh pasokan DRAM dari Micron, Samsung, dan SK Hynix, namun perusahaan tetap menaikkan harga sejumlah produk iPad dan Mac akibat kelangkaan komponen.

Baca juga: Anthropic gandeng Samsung kembangkan chip AI khusus

Baca juga: Trump klaim Apple dan Intel rampungkan kesepakatan produksi chip di AS

Baca juga: Intel dikabarkan mulai uji produksi chip iPhone, iPad, dan Mac

Baca juga: CEO Xiaomi konfirmasi 1 juta chip XRING O1 telah terkirim

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.