Moskow (ANTARA) - Konflik antara Amerika Serikat dengan Iran memperuncing perbedaan pendapat di dalam NATO, karena banyak sekutu Eropa yang belum siap mendukung kemungkinan keterlibatan militer aliansi tersebut di pihak AS.
Hal tersebut disampaikan seorang sumber Eropa dari kalangan pakar diplomatik kepada RIA Novosti pada Kamis.
"Konflik AS-Iran memecah belah NATO, karena banyak anggota aliansi dari Eropa menolak untuk terlibat baik dalam konfrontasi dengan Iran maupun mendukung secara langsung operasi militer AS di Selat Hormuz, dan lebih memilih pendekatan diplomatik," ujar sumber tersebut.
"Bagi sejumlah anggota NATO Eropa, terutama Inggris, Polandia, dan negara-negara Baltik, konflik Rusia-Ukraina tetap menjadi hal yang lebih penting dan menjadi prioritas," lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah isu mengenai Iran dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan puncak NATO di Turkiye.
Sebelumnya pada Rabu, pasukan AS melancarkan serangkaian serangan dahsyat terhadap Iran.
Sebagai tanggapan, militer Iran melaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait, sementara pihak berwenang Iran menuduh Washington melanggar memorandum penghentian permusuhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: AS serang jembatan kereta api yang hubungkan Iran ke China dan Rusia
Baca juga: AS-Iran saling serang lagi, RI desak semua pihak upayakan deeskalasi
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.