Moskow (ANTARA) - Militer Amerika Serikat (AS) menangguhkan serangan terhadap Iran di tengah berlangsungnya proses negosiasi, namun tetap siap melanjutkan operasi militer apabila diperlukan, demikian laporan CNN mengutip sejumlah sumber.
Pada Kamis (9/7) malam, media Iran melaporkan terdengar ledakan di Bushehr, Konarak, dan Choghadak.
Pada saat yang sama, media NewsNation mengutip seorang pejabat AS yang menyatakan bahwa Washington tetap berkomitmen untuk mengupayakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dengan Iran.
Menurut laporan tersebut, AS sengaja melancarkan serangan kemudian menghentikannya sementara untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
Seorang pejabat AS yang dikutip CNN mengatakan awak kapal induk USS Abraham Lincoln sebelumnya memuat amunisi ke dalam pesawat-pesawat tempur, sementara para pilot menjalani latihan manuver sebagai persiapan apabila serangan kembali diperintahkan pada Kamis.
Namun, para pejabat AS menegaskan bahwa klaim Iran mengenai adanya serangan baru yang dilakukan Washington pada Kamis malam tidak benar.
Sebelumnya, pada Rabu (8/7) dini hari, militer AS melancarkan serangkaian serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran.
Sebagai tanggapan, militer Iran melaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Pemerintah Iran juga menuduh Washington telah melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan yang sebelumnya disepakati kedua pihak.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Iran: Dua hari serangan AS tewaskan 14 orang, 78 lainnya terluka
Baca juga: Iran klaim hantam Pusat Komando AS di Timteng dengan 10 rudal balistik
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.