New Delhi (ANTARA) - India dan Australia, Kamis (9/7), menandatangani pakta untuk memfasilitasi ekspor uranium seiring kedua negara berjanji untuk memperdalam kerja sama pertahanan dan keamanan.
Hal itu terjadi saat Perdana Menteri India Narendra Modi tiba di Melbourne, di mana dia disambut oleh Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk pertemuan puncak para pemimpin.
Pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan tersebut mengatakan para pemimpin menyambut baik "penandatanganan pengaturan administratif untuk memungkinkan ekspor uranium ke India untuk tujuan damai berdasarkan Perjanjian Kerja Sama Nuklir Australia-India 2015."
"Pengaturan ini memfasilitasi ekspor uranium Australia ke India untuk membantu meningkatkan pangsa kapasitas pembangkit listrik non-fosil, menyediakan pasar tambahan untuk sektor sumber daya Australia," katanya.
Albanese mengatakan: "Kami berharap dapat menjadi pemasok uranium yang andal dan terpercaya bagi India."
Kedua pemimpin "menegaskan kembali bahwa kerja sama pertahanan dan keamanan adalah landasan kemitraan dalam lingkungan strategis yang semakin kompleks."
Hubungan Australia-India ditingkatkan menjadi "kemitraan strategis komprehensif" pada Juni 2020.
India juga merupakan mitra dagang kelima terbesar Australia, dengan nilai jasa mencapai 54,4 miliar dolar AS (Rp982,5 triliun) pada 2024-2025.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Menteri luar negeri Quad luncurkan inisiatif mineral kritis
Baca juga: AS, Jepang, India, Australia bahas peningkatan kerja sama
Baca juga: India gelar pertemuan menteri luar negeri Quad
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.